Senin, 31 Oktober 2016

artikel tentang SAMPAH


MEMBUANG SAMPAH DI TEPI SUNGAI
Gambar diatas merupakan salah satu masalah di lingkungan saya mengenai sampah yaitu di Desa Peliatan, Ubud. Sampah  yang dibuang secara sembarangan di tepi sungai oleh masyarakat sekitar, dapat memicu banjir atau penyakit. Meskipun hanya sedikit dan masih di daerah yang sempit tapi dari sinilah kita harus belajar untuk selalu bersih dan mentaati peraturan.  Sampah merupakan  barang barang yang merupakan sisa sisa dari proses produksi baik industri maupun rumah tangga. Di daerah saya di Desa Peliatan Ubud ini meskipun sudah tampak sebagai kota, tetapi pemikiran masyarakat masih belum bisa mengimbangi. Masyarakat masih saja membuang sampah di pinggir sungai atau di got tanpa memperhatikan akibat  yang akan nanti kita alami. Kebiasaan membuang sampah di tepi sungai meskipun tidak mengganggu aliran air sungai tetapi pemandangan sekitar sungai menjadi tidak baik dan tanggul titik di tepi samping sungai tampak seperti tempat pembuangan sampah padahal bukanlah tempat pembuangan sampah.
Membuang sampah di sungai memang kelihatannya hal yang sepele namun pengaruhnya dalam kehidupan sungguh sangat luar biasa hebatnya. Tak bisa dibayangkan apabila masing-masing keluarga membuang satu tas plastik sampah ke sungai, padahal kita tau ada jutaan keluarga di indonesia sehingga apabila ditotal maka ada jutaan tas sampah perhari, itu baru dalam satu hari lalu berapa total dalam satu tahun dan berapa jumlahnya diseluruh dunia. Efeknya dapat kita saksikan banjir yang terjadi dimana-mana, air sungai rusak, banyak jenis ikan punah dan bermacam kerugian lainnya yang semua itu tentu sangat merugikan kehidupan manusia itu sendiri. Jangankan dihitung di dunia, di Desa Peliatan ada puluhan ribu keluarga. Berarti ada puluhan ribu tas plastik sampah yang dibuang ke pinggir sungai. Jadi marilah kita bersama-sama menjaga keindahan dari desa kami agar terhindar dari pencemaran.
Ada kemungkinan orang yang membuang sampah di tepi sungai dengan alasan karena ikut-ikutan orang banyak atau tetangga yang juga melakukannya sehingga seakan menjadi budaya. Niat hati ingin membuang sampah pada tempatnya tapi melihat ada yang lebih praktis maka memilih melemparnya saja ke sungai. Biaya pembuangan  sampah di tepi
sungai lebih murah jika dibanding mengerjakan tukang kebersihan untuk mengangkutnya ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Tinggal di bantaran sungai sehingga lebih dekat membuangnya, tinggal melempar maka selesai sudah urusan pembuangan sampah. Apapun alasannya yang jelas membuang sampah disungai merupakan sebuah tindakan tidak terpuji yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang banyak.
Menurut saya membuang sampah di sungai dapat mengakibatkan banyak hal, antara lain ;
1.      Air sungai tidak dapat mengalir dengan normal karena tersumbat sampah pada area tertentu yang terjadi penumpukan misalnya pada pintu air.
2.      Air sungai menjadi kotor dan bau
3.        Banjir terjadi karena sungai tidak dapat berfungsi dengan  baik
4.      Ikan mati dan terjadi kepunahan beberapa spesies yang hidup di sungai karena jenis sampah tertentu membawa bahan kimia berbahaya yang dapat merusak ekosistem yang hidup di dalam air sungai
5.      Pepohonan atau tanaman yang seharusnya tumbuh subur disekitar sungai menjadi mati sehingga lingkungan menjadi rusak tidak bersahabat
6.      Kualitas air menjadi rusak, hamparan sungai yang sebelumnya terlihat biru bersih menyegarkan bisa berubah menjadi hitam pekat atau warna lainnya dengan bau busuk yang menyengat
7.      Psikologi masyarakat disekitar sungai terganggu, sering menutup hidung karena bau dan terganggunya aktifitas kehidupan sehari-hari
8.      Banyak ragam jenis penyakit baru karena kualitas air sungai yang buruk, padahal banyak warga yang menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari

Banyak sekali kerugian yang ditumbulkan akibat membuang sampah di tepi sungai, akibatnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang membuangnya saja namun harus ditanggung masyarakat umum, hewan-hewan, ikan, pepohonan, dan keseimbangan alam menjadi terganggu sehingga planet bumi menjadi tidak layak untuk dihuni. Jadi mari mulai dari diri sendiri untuk membudayakan membuang sampah pada tempatnya, semoga dapat kita jaga lingkungan sekitar dan dapat kita saksikan kembali birunya air sungai di kota besar maupun kecil. Kita harus sadar bahwa kebiasaan buruk itu harus ditinggalkan, sungai bukan tempat untuk membuang sampah tetapi untuk jalur air menuju ke laut.
Bencana banjir yang kerap melanda belakangan ini memang tidak lepas dari kebiasaan buruk yang dilakukan manusia dengan membuang sampah sembarangan. Banjir dapat terjadi di sungai ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai dan ketika air sungai tercemar akibat tumpukan sampah yang begitu banyak. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah, pertokoan dan lingkungan sekitar sungai. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir. Maka dari itu wajib bagi kita untuk menjaga keasrian sungai.  Penanganan sampah yang kurang maksimal oleh pemerintah ini juga menyebabkan masyarakat melakukan hal tersebut (membuang sampah sembarangan). Maka perlu penjagaan yang ketat dan sanksi yank berat bagi pelanggar.

SAMPAH PASAR
Gambar diatas merupakan gambar situasi dan kondisi keadaan di daerah Peliatan yaitu di Pasar Peliatan. Sampah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun rumah tangga. Sampah tersebut merupakan jenis sampah yang merupakan sisa sisa makanan, sayuran busuk, sampah kering, abu, plastik, kertas, dan kaleng-kaleng serta sampah lainnya. Berbagai macam sampah yang telah disebutkan diatas hanyalah sebagian kecil saja dari sumber-sumber sampah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari sampah. Terutama penumpukan sampah yang terjadi di tempat-tempat umum seperti di pasar-pasar. Pasar yang sebagai pusat perdagangan maka karakteristik sampah yang dihasilkan didominan oleh sampah organik, basah, dan mudah membusuk serta memiliki volume besar karena utamanya merupakan sampah yang berasal dari sayuran dan buah-buahan. Besarnya timbulan sampah yang dihasilkan tersebut tentunya diperlukan penanganan dan pengelolaan yang sesuai dengan karakteristik tersebut agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan pasar maupun sekitarnya. Di desa kami meskipun sudah disediakan wadah, dikumpulkan kemudian diangkut dan dibawa ke pembuangan akhir, tetap saja kebersihan belum terjaga. Warga pasar masih saja membuang sampahnya secara sembarang tidak tepat pada tempatnya/wadah yang sudah disediakan. Warga masih membuangnya di pinggiran wadah. Bau busuk yang menyengat sangat dirasakan oleh warga sekitar dan orang-orang yang sedang berjalan baik berjalan kaki maupun mengendarai motor atau mobil.
Secara spesifik salah satu penghasil sampah terbesar berasal dari pasar. Pasar merupakan tempat para penjual dan pembeli saling berhubungan dengan mudah untuk melakukan transaksi perdagangan atau dalam pengertian lain disebutkan bahwa pasar adalah tempat tertentu atau tetap, pusat memperjualbelikan dan biasanya barang keperluan hidup. Besarnya timbulan sampah yang dihasilkan dan dalam upaya mencegah permasalahan yang dapat terjadi dari aktivitas perdagangan tersebut maka pemerintah kota atau desa memandang perlu untuk melakukan kerjasama dengan pihak swasta atau pihak lain guna mengatasinya.
 Selama melakukan pengelolaan, pasar telah melakukan berbagai upaya pengelolaan sampah, hal ini terlihat dari disediakannya wadah sampah bagi pedagang, terdapatnya petugas kebersihan pasar dan dibangunnya tempat pengelolaan sampah kompos yang terdapat di areal pasar dengan harapan sampah yang dihasilkan pedagang dapat tertangani secara baik dan dimanfaatkan kembali.
Namun demikian, upaya-upaya pengelolaan sampah tersebut masih menyisahkan permasalahan. Hal ini terlihat dari kondisi eksisting yang masih menyisahkan sampah yang berserakan pada areal pasar setelah melakukan aktivitas perdagangan. Salah satu permasalahannya adalah ketersediaan wadah sampah yang tidak sesuai dengan jumlah timbulan dan komposisi sampah yang dihasilkan. Secara spesifik sampah organik yang mudah membusuk dan bau idealnya menggunakan wadah sampah yang tertutup sedangkan sampah kertas dan lainnya dapat digunakan wadah sampah yang terbuka. Pasar dalam penggunaan wadah sampah tidak dilakukan pemisahan berdasarkan komposisi sampah tersebut tetapi menggunakan kantong plastik sehingga apabila dilakukan pengumpulan dan volume sampahnya besar maka wadah tersebut akan robek dan menyebabkan sampah berserakan dilingkungan pasar. Terkait dengan permasalahan sampah Pasar yang belum tertangani secara baik karena masih menyisahkan sisa-sisa sampah yang berserakan pada areal kios, los ataupun tempat lain di sekitar Pasar saat aktivitas perdagangan ataupun setelah aktivitas perdagangan maka dalam perencanaan ini akan dilakukan kajian mengenai perencanaan sistem pewadahan Pasar. Diharapkan dari kajian ini dapat membantu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan sampah dengan cara penyediaan wadah yang didasarkan pada jenis dan komposisi sampah yang dihasilkan tersebut sehingga kebersihan dan kualitas lingkungan Pasar tetap terjaga.
Pewadahan adalah suatu cara penampungan dengan sampah sebelum dikumpulkan , dipindahkan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.
 Tujuan utama Pewadahan sampah adalah : Untuk menghindari terjadinya sampah yang berserakan sehingga mengganggu  lingkungan dari kesehatan, kebersihan dan estetika. Memudahkan proses pengumpulan sampah dan tidak membahayakan petugas pengumpulan sampah, baik petugas kota maupun dari lingkungan.
Pola penampungan bisa berbentuk individual seperti : setiap rumah/toko dan bangunan lainnya memiliki wadah sendiri, cocok untuk daerah pemukiman kelas menengah dan tinggi, pertokoan, perkantoran dan bangunan besar lainnya.
Komunal, tersedia 1 wadah yang dapat dimanfaatkan oleh beberapa rumah/bangunan cocok untuk daerah pemukiman kumuh dengan tingkat ekonomi rendah, rumah susun, pemukiman padat sekali (yang menyulitkan proses operasi pengumpulan).
Sarana pewadahan diarahkan untuk memperhatikan hal - hal berikut :
a. Alat pewadahan yang disarankan untuk digunakan adalah tipe tidak tertanam (dapat diangkat) untuk memudahkan operasi pengumpulan.
b. Jenis wadah yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan pengadaannya
c. Ukuran wadah minimal dapat mewadai timbulnya sampah selama 2 hari
d. Wadah mampu mengisolasi sampah dari lingkungan ( memiliki tutup )
e. Mudah diambil atau diangkut.
f. Tidak mengambil lahan trotoar ( harus ada lokasi khusus ).
g. Tidak dipinggir jalan protokol.
h. Sedekat mungkin dengan sumber sampah terbesar.
i. Tidak pengganggu pemakai jalan
Sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk daerah perkotaan serta beragam aktivitas yang dilakukan tentunya berimplikasi terhadap berbagai persoalan umum dalam pelayanan prasarana yang salah satunya adalah masalah persampahan. Sampah merupakan bagian sisa aktifitas manusia yang perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan berbagai permasalahan terhadap kehidupan manusia maupun gangguan pada lingkungan seperti pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, menurunnya estetika dan sebagai pembawa penyakit. Untuk itu berbagai upaya pengelolaan sampah terus dilakukan namun sampai saat ini belum mencapai hasil yang optimal karena berbagai kendala masih dihadapi baik kendala ekonomi, sosial budaya maupun penerapan teknologi.
Berbagai kendala penanganan sampah tersebut selalu muncul kepermukaan dan menjadi masalah klasik bagi setiap kota di Indonesia terutama diwilayah saya di desa Peliatan ini. Hal ini karena sampah sangat terkait dengan jumlah penduduk dan aktivitas yang dihasilkan oleh penduduk itu sendiri. Makin besar jumlah penduduk tentunya aktivitas yang dihasilkan juga makin beragam sehingga timbulan sampah yang dihasilkan juga makin besar dan bervariasi. Secara umum timbulan sampah dapat dihasilkan dari berbagai kegiatan seperti pemukiman, perindustrian, perkantoran, perdagangan dan pasar, pertokoan serta kawasan umum lainnya. Secara spesifik salah satu penghasil sampah seperti yang disebutkan diatas, berasal dari kegiatan perdagangan yang terdapat di pasar. Jenis kegiatan perdagangan di pasar ini adalah perdagangan grosir dan enceran yang melayani penduduk Desa Peliatan dan sekitarnya dengan barang yang diperdagangankan meliputi sembilan bahan pokok (sembako), pakaian, kosmetik, elektronik dan lain sebagainya.
Besarnya jumlah pedagang dan beragam jenis barang yang diperjualbelikan tersebut tentunya menghasilkan jumlah timbulann sampah yang bervariasi dan dalam jumlah yang cukup besar. Besarnya timbulan sampah yang dihasilkan dan dalam upaya mencegah permasalahan yang dapat terjadi dari aktivitas perdagangan tersebut maka pemerintah Desa peliatan memandang perlu untuk melakukan kerjasama dengan pihak swasta atau pihak lain guna mengatasinya. telah melakukan berbagai upaya pengelolaan sampah, hal ini terlihat dari disediakannya wadah sampah bagi pedagang, terdapatnya petugas kebersihan pasar dan dibangunnya tempat pengelolaan sampah kompos yang terdapat di areal pasar dengan harapan sampah yang dihasilkan pedagang dapat tertangani secara baik dan dimanfatkan kembali.
Sampah merupakan permasalahan utama yang dapat ditemukan hampir di semua pasar tradisional di Indonesia. Selama ini sebagian besar pasar tradisional dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). Hal ini berpotensi besar melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Selain itu juga diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk mengangkut sampah tersebut ke TPA.
Permasalahan pengelolaan sampah juga merupakan masalah pelik yang dihadapi oleh warga di sekitar warga Desa Peliatan yang menghasilkan berbagai komoditas hasil pertanian, terutama sayur-sayuran dan buah-buahan.
Jumlah sampah yang dihasilkan oleh Desa Peliatan cukup banyak dan selalu bertambah setiap tahun. Sampah pasar menduduki urutan kedua setelah sampah domestik. Sampah yang dihasilkan pasar tradisional didominasi sampah organik. Sampah pasar sering menggunung di TPS karena tidak terangkut setiap hari. Bau dan pemandangan tidak sedap yang ditimbulkan membuat masyarakat sekitar hidup tidak nyaman. Permasalahan sampah pasar tersebut bisa diminimalkan dengan mengolah sampah menjadi kompos. Di daerah Desa Peliatan pengeloaan sampah sangat diperlukan. Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaurulangan, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dan keahlian khusus untuk masing-masing jenis zat.
Praktik pengelolaan sampah berbeda beda antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan, berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yang tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah. Metode pengelolaan sampah berbeda-beda tergantung banyak hal, di antaranya tipe zat sampah, tanah yang digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area. Di daerah Desa Peliatan ini timbulan sampah pasar ini tidak hanya datang dari warga pasar tetapi warga yang memiliki rumah di dekat-dekat pasar juga ikut memenuhi wadah sampah yang ada di pasar. Meskipun setiap satu hari atau dua hari sampah tersebut diangkut oleh truk sampah yang disediakan tetap saja sampah tetap berserakan dan mengeluarkan bau busuk. Tidak juga hanya warga pasar dan sekitar pasar, bahkan orang-orang lain dari luar desa juga kadang ikut membuang sampahnya ke wadah sampah yang ada di Pasar Peliatan ini. Hal tersebut diketahui karena sempat warga disekitar pasar melihat ada orang yang bukan berasal dari desa peliatan membuang sampahnya di wadah yang ada di pasar tersebut. Semenjak itu, pemerintah desa Peliatan menerapkan awig awig, barang siapa yang akan membuang sampah di wadah yang disediakan di pasar harus membayar sewa pembuangan. Kepala desa mendatangi setiap rumah yang ada di desa peliatan, kami disensus dan ditanyakan apakah akan membuang sampah di pasar atau tidak. Dan disetujui dan setiap bulannya kami dikenakan biaya atas pembuangan yang kami lakukan setiap harinya. Tetapi hal tersebut belum menjadikan pasar menjadi lingkungan yang bersih. Karena masih saja orang-orang yang bukan dari desa peliatan yang membuang sampah di wadah yang ada di pasar secara diam-diam pada malam harinya. Hal itu saya bisa ungkapkan karena saya sendiri pernah melihat dan saya juga sudah pernah melihat pecalang dari desa peliatan menegur orang lain tersebut.
KEASRIAN DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN
Didaerah desa Peliatan ini disamping hal buruk yang terjadi mengenai sampah, di daerah desa peliatan juga memiliki sisi keasrian dan kebersihan. Hal itu ditandai dengan keadaan rumah-rumah penduduk yang begitu bersih, indah, dan asri. Memang setiap orang berkarakter beda-beda. Meskipun ada yang masih berkarakter santai (belum memiliki jiwa bersih) tetapi ada juga yang sudah menerapkan kebersihan. Ini contoh rumah masyarakat yang tergolong bersih, indah dan terjaga keasriannya. Ini terletak di Banjar Teruna Desa Peliatan.
Dirumah ini terlihat banyak pepohonan yang ada. Misalnya ada pohon anggrek, kamboja dan lain sebagainya. Sebagian dari penduduk desa juga memiliki tempat pembuangan sendiri di belakang rumahnya yang nantinya sampah tersebut akan menyatu dengan tanah. 


1 komentar:

  1. The Most Iconic Video Slots On The Planet - Jancasino
    The most iconic video jancasino.com slot is the https://jancasino.com/review/merit-casino/ 7,800-calibre slot machine called Sweet Bonanza. This slot https://octcasino.com/ machine was developed https://deccasino.com/review/merit-casino/ in 2011, developed in the same casinosites.one studio by

    BalasHapus