Senin, 31 Oktober 2016

Pengertian fakta, opini, laporan dan kritik

I.                  Mendengarkan
1.1.Memahami informasi dari berbagai Laporan
A.     Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai sumber.
B.     Mengomentari  berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran.


Mendengarkan

Fakta

Opini

Laporan

Kritik

Saran
 










1.     Fakta
a.       Pengertian
Fakta adalah hal atau keadaan yang benar-benar terjadi dan memiliki data yang konkrit. Fakta dapat berupa tabel,gambar,tanggal,data statistik,peristiwa dan grafik.
b.      Ciri – ciri fakta
·         Bersifat objektif (apa adanya)
·         Pasti
·         Terdapat narasumber yang jelas
·         Memiliki data yang akurat
c.       Contoh fakta
Ø  17 agustus adalah hari kemerdekaan Indonesia.
Ø  Siswa kelas  XII IPA1 berjumlah 31orang.

2.     Opini
a.       Pengertian Opini
Opini adalah perkiraan, pikiran, atau anggapan tentang suatu pula. Pendapat orang mengenai suatu hal berbeda-beda. Perbedaan pendapat bergantung pada sudut pandang dan latar belakang yang dimiliki.
b.      Ciri-ciri Opini
·         Bersifat subjektif
·         Tidak terdapat narasumber
·         Tidak dapat dibuktikan kebenarannya
·         Tidak memiliki data yang akurat
·         Berisi jawaban terhadap pertanyaan mengapa, bagaimana, kemudian apa
c.       Contoh Opini
Ø  Suara eka sangat merdu

3.     Laporan
a.       Pegertian laporan
Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan yang berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada pelapor.
b.      Fungsi Laporan
v  Sebagai dasar pengambilan keputusan.
v  Sebagai dokumen untuk bahan belajar.
v  Sumber pengalaman orang lain.
v  Pertanggung jawaban untuk orang yang memberi tugas.
c.       Ciri-ciri Laporan
·         Bersifat objektif.
·         Bahasa formal
·         Sistematis.
·         Dibuat atas permintaan dan pembacaannya tertentu.
d.      Informasi yang terdapat pada laporan
§  Kegiatan atau hal yang dilakukan.
§  Waktu kegiatan itu dilakukan.
§  Tujuan diadakan kegiatan.
§  Proses berlangsungnya kegatan.
§  Hasil kegiatan.

4.     Kritik
a.       Pengertian kritik
Kritik adalah mengungkapkan bagian-bagian suatu karya atau hal tersebut yang dirasakan atau dianggap kurang bagus, kurang menarik, kurang benar.
Contoh kritik yang tidak disertai alasan:
1. Saya sependapat dengan Anda, faktor kebersihan sangat berpengaruh terhadap
penyebaran demam berdarah. Pendapat Anda tepat.

2. Saya kurang sependapat dengan Anda, faktor kebersihan tidak berpengaruh pada
penyebaran demam berdarah.
Contoh kritik yang disertai alasan:
1. Saya sangat sependapat dengan Anda mengenai faktor kebersihan. Lingkungan yang
bersih adalah syarat utama hidup sehat. Apabila lingkungan bersih dengan sendirinya
nyamuk tidak dapat berkembang biak dan demam berdarah juga tidak akan ada di
tempat tersebut.

2. Saya kurang sependapat dengan Anda. Dari beberapa kasus demam berdarah justru
menjangkiti warga perumahan yang relatif lebih bersih daripada perkampungan. Saya
kira pengasapan masih lebih efektif.
5.     Saran
a.       Pengertian Saran
Saran adalah pendapat, usul, anjuran yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Saran harus bersifat membangun,mendidik,dan secara objrktif dan sesuai dengan topik yang dibahas.


















Kebahasaan

·         Kata hubung berisi tambahan pula dan  di samping itu.
·         Menggunakan kalimat majemuk


Kebahasaan

Kalimat Tunggal

KMS

KMC

Kalimat Majemuk

KMB

Kata Penghubung
 













Ø  Kata Hubung
Exp : Seorang petani yang baik adalah petani yang menghadapi segala keadaan. Di samping     itu harus ulet dalam mengolah lahannya.
            Kalimat diatas menggunakan kata hubung disamping itu. Kata hubung tersebut merupakan salah satu konjungsi antarkalimat. Huruf pertama menggunakan huruf kapital dan diikuti tanda koma (,) . Konjungsi biasanya di gunakan untuk menyatakan hal, peristiwa, atau keadaan diluar yang telah dinyatakan sebelumnya.
Ø  Kalimat tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya mempunyai satu pola kalimat, yaitu hanya memiliki satu subjek dan satu predikat, serta satu keterangan (jika perlu)

Ø  Kalimat majemuk

a.       Pengertian
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih.
(klausa : gabungan dari 1 kata atau lebih yang tidak memiliki batas akhir)

b.      Macam- macam
1.      Kalimat Majemuk Setara
2.      Kalimat Majemuk Bertingkat
3.      Kalimat Majemuk Campuran.

A.   Kalimat Majemuk Setara (KMS)
Pengertian
Kalimat Majemuk Setara adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang kedudukannya setara atau sederajat.
            Jenis Kalimat Majemuk Setara
1. Kalimat majemuk setara sejalan
Ø Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang bersamaan situasinya.
Contoh: Umkar pergi ke pasar, Ririn pergi ke sawah sedangkan Sirob pergi ke sekolah.

2. Kalimat majemuk setara berlawanan
Ø Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat yang isinya menyatakan situasi yang berlawanan.
Contoh: Danis anak yang rajin, tetapi adiknya pemalas.

3. Kalimat majemuk setara yang menyatakan sebab akibat
Ø kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang isi bagian satu menyatakan sebab akibat dari bagian yang lain
Contoh : Ajiz mendapatkan rangking 1, karena dia anak yang rajin

B.Kalimat Majemuk Bertingkat
Ø adalah kalimat yang terjadi dari beberapa kalimat tunggal yang kedudukannya tidak setara/sederajat.

Jenis-jenisnya:
1. Kalimat majemuk hubungan waktu
Contoh : Aku sedang belajar, ketika ayahku pulang

2. Kalimat majemuk hubungan syarat
Ditandai dengan : jika, seandainya, asalkan,apabila, andaikan
Contoh : Jika aku mendapatkan rangking 1, aku akan mendapatkan laptop baru.

3. . Kalimat majemuk hubungan tujuan
Ditandai dengan : agar, supaya, biar.
Contoh : Danis sengaja tidur siang agar dia bisa bangun pagi buat belajar

4.  Kalimat majemuk konsensip
Ditandai dengan : walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguh pun
Contoh : Walaupun Veri sedang sedih, dia selalu tersenyum.

5. Kalimat majemuk hubungan penyebaban
Ditandai dengan : sebab, karena, oleh karena
Contoh : Aku sedang sedih, sebab orang yang aku cintai tidak mencintaiku

6. Kalimat majemuk hubungan perbandingan
Ditandai dengan: ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, lebih baik.
Contoh :  Dari pada bermain, lebih baik aku belajar.

7. Kalimat majemuk hubungan akibat
Ditadai dengan : sehingga, sampai-sampai, maka
Contoh : Dian begitu berbakat, sehingga dia dapat memenangkan kontes itu.

8. Kalimat majemuk hubungan cara
Ditandai dengan : Dengan
Contoh : Dengan cara menjual koran, dia mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya

9. Kalimat majemuk hubungan sangkalan
Ditandai dengan: seolah-olah, seakan-akan
Contoh : Markus diam saja, seolah-olah tidak terjadi apapun.

10. Kalimat majemuk hubungan kenyataan
Ditandai dengan: padahal, sedangkan
Contoh : Gina terus belajar, padahal dia sedang sakit.

11. Kalimat majemuk hubungan hasil
Ditandai dengan : makannya
Contoh: Doni anak pemalas, makannya nilainya selalu jelek

12. Kalimat majemuk hubungan penjelasan
Ditandai dengan : bahwa
Contoh : Nilai raportnya menunjukan bahwa dia benar-benar siswa yang pandai

13. Majemuk hubungan atributif
Ditandai dengan : yang
Contoh : anak yang sedang berlari itu teman saya

C. Kalimat Majemuk Campuran
Ø  Adalah kalimat yang merupakan hubungan antara majemuk setara dan majemuk bertingkat.
Contoh : pekerjaan itu sudah selesai ketika ayah datang dari kantor dan ibu sudah menidurkan adikku.
















KONJUNGSI


Konjungsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih.
Konjungsi disebut juga dengan istilah kata sambung, kata hubung, dan kata penghubung.

Jenis-jenis konjungsi:
1. Konjungsi antar klausa, dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
a. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang sama. ( =konjungsi setara )
Macam-macam:
- dan (menyatakan penambahan)
- tetapi ( menyatakan perlawanan)
- atau ( menyatakan pemilihan )


b. Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang tidak sama. (=konjungsi bertingkat )
Macam-macamnya:
- sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara,      sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai (menyatakan waktu).
- Jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala ( menyatakan syarat ).
- Andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya ( menyatakan pengandaian ).
- agar, supaya, biar ( menyatakan tujuan )
- biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun, kendatipun ( menyatakan konsesif ).
- seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana ( menyatakan pemiripan ).
- sebab, karena, oleh karena ( menyatakan sebab )
- hingga, sehingga, sampai(-sampai), maka(nya) ( menyatakan akibat ).
- bahwa ( menyatakan penjelasan ).

c. Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsur itu memiliki status sintaksis yang sama.
Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan.

Macam-macamnya:
- baik … maupun …
- tidak hanya …, tetapi ( …) juga …
- bukan hanya …, melainkan …
- (se)demikian (rupa) … sehingga…
- apa(kah) … atau …
- entah … entah …
- jangankan …, …pun .
2. Konjungsi Antarkalimat yaitu konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
Oleh karena itu, konjungsi ini selalu memulai satu kalimat yang baru dan huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital.

Macam-macamnya:
- biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu ( menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu )
- kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu ( menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya ).
- sebaliknya ( menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya ).
- sesungguhnya, bahwasannya ( menyatakan keadaan yang sebenarnaya ).
- malahan, bahkan ( menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).
- akan tetapi, namun, kecuali itu ( menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya ).
- dengan demikian ( menyatakan konsekuensi )
- oleh karena itu, oleh sebab itu ( menyatakan akibat )
- sebelum itu ( menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya )

3. Konjungsi Antar paragraf yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan paragraf tempat konjungsi itu dipakai dengan paragraf sebelumnya.
Konjungsi antar paragraf pada umumnya terletak pada awal paragraf.
Macam-macamnya:
- adapun
- akan hal
- mengenal
- dalam pada itu

Selain keempat konjungsi antar paragraf tersebut terdapat juga konjungsi antar paragraf berikut:
- alkisah
- arkian
- sebermula
- syahdan






Sastra

a.       Fungsi
1.      Alat Bahsa
2.      Unsur Estetika
Dalam sastra harus memiliki imajinasi yang tinggi atau hayalan yang tinggi. Salah satu contoh dari sastra adalah Novel.


Sastra

Novel

Unsur Instrinsik

Unsur Ekstinsik
 





a.     Pengertian Novel
Novel adalah bentuk karya sastra yang ceritanya antara tokoh-toko mengalami perubahan nasib.
b.    Unsur Instrinsik
1.      Tema
Tema adalah gagasan yang mendasari sebuah karya sastra.
2.      Alur
Alur adalah jalan cerita
·         Macam-macam alur
Ø  Alur Maju
Adalah alur yang berurutan dari tahap perkenalan,konflik, dan penyelesaian.
Ø  Alur Mundur
Adalah alur yang didahului klimaks dan disusul dengan tahap pendahuluan, pemunculan konflik, dan peleraian.
Ø  Alur Campuran (Maju Mundur).
Alur ini merupakan perpaduan alur maju dan mundur.
3.      Amanat
Amanat adalah pesan yang disampaikan oleh cerita. Amanat tidak tertulis dalam cerita namun setelah membaca, kita akan tahu apa yang disampaikan penulis.
4.      Penokohan
Penokohan adalah pelukisan gambaran jelas tentang seorang yang diagambarkan utuh lengkap secara lahiriah dan rohaniah.

·         Dilihat dari watak dan karakternya , tokoh dapat dibedakan sebagai berikut :
1.      Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis yaitu tokoh yang menimbulkan konflik atau masalah dalam cerita. Biasanya wataknya jahat.
2.      Tokoh Protagonis
Tokoh Protagonis adalah tokoh yang mempunyai watak baik, dan benar.
·         Dilihat dari kebenaran tokoh
1.      Tokoh Utama adalah tokoh yang mempunyai peranan sangat penting dalam sebuah cerita. Tokoh ini selalu hadir.
2.      Tokoh Pembantu adalah tokoh yang membantu tokoh utama dalam sebuah karya sastra.
5.      Latar
Latar atau setting adalah keterangan ,petunjuk, dan pengacuanyang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya sastra.
Ada tiga jenis latar yaitu latar waktu,tempat dan suasana.
6.      Sudut Pandang
Adalah cara pengarang mengungkapkan cerita.
1.      Sudut Pandang Orang Pertama
Pengarang menggunakan pelaku utama sebagai orang pertama. Pengarang menggunakan kata ganti orang pertama seperti aku atau saya.
2.      Sudut Pandang  Orang Ketiga
Pengarang menggunakan pelaku pertama sebagai orang ketiga. Menggunakan kata ganti misalnya dia,ia,atau nama orangnya.
3.      Sudut Pandang Serba tahu.
Pengarang dapat mengemukakan segala tingkah laku atau tindak tanduk tokoh utamanya.
c.      Unsur Ekstrinsik Novel
  1. Sejarah/Biografi Pengarang biasanya sejarah/biografi pengarang berpengaruh pada jalan cerita di novelnya
  2. Situasi dan Kondisi secara langsung maupun tidak langsung, situasi dan kondisi akan berpengaruh kepada hasil karya
  3. Nilai-nilai dalam cerita Dalam sebuah karya sastra
    terkandung nilai-nilai yang disisipkan oleh
    pengarang. Nilai-nilai itu antara lain :
Ø  Nilai Moral, yaitu nilai yang
berkaitan dengan ahklak atau budi
pekerti baik buruk
Ø  Nilai Sosial, yaitu hal-hal yang
berkaitan dengan norma –norma
dalam kehidupan masyarakat
( misalnya, saling memberi, menolong,
dan tenggang rasa )
Ø  Nilai Budaya, yaitu konsep
masalah dasar yang sangat penting
dan bernilai dalam kehidupan manusia
( misalnya adat istiadat ,kesenian,
kepercayaan, upacara adat )
Ø  Nilai Estetika , yaitu nilai yang
berkaitan dengan seni, keindahan
dalam karya sastra ( tentang
bahasa, alur, tema )














Membaca

Ø  Menentukan ide pokok atau kalimat utama.
Ø  Menentukan kalimat penjelas.
Ø  Menyusun kalimat menjadi paragraf padu.
Ø  Menyebutkan macam-macam / jenis paragraf.
Ø  Paragraf terdiri dari ide pokok dan kalimat penjelas.



Paragraf

Paragraf berdasarkan letak ide pokok
1.      Deduktif
2.      Induktif
3.      Campuran


Paragraf berdasarkan Tujuan Penulis
1.      Narasi
2.      Argumentasi
3.      Deskripsi
4.      Eksposisi
5.      Persuasif


 























Langkah-langkah menentukan ide pokok
a.       Hitung jumlah kalimat yang ada dalam paragraf tersebut.
b.      Kalimat mana yang mengandung muatan paling berat.
c.       Kalimat yang tidak dapat dihilangkan itulah ide pokok.

Ø  Letak gagasan utama/ide pokok
a.       Deduktif
Deduktif adalah paragraf yang  kalimat utamanya berada di awal paragraf. Bersifat dari umum ke khusus.
b.      Induktif
Induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir paragraf bersifat dari khusus ke umum.
c.       Campuran
Campuran adalah paragraf yang memiliki kalimat utama yang berisi di pokok pada awal dan akhir paragraf.
Ø  Menurut Tujuan Penulisan,Paragraf di bedakan menjadi 5 jenis yaitu :
d.      Narasi
e.       Argumentasi
f.       Deskripsi
g.       Eksposisi.
h.      Persuasi
Ø  Key word (Kata kunci)
·         Paragraf Narasi : Ada tokoh atau pelaku.
·         Paragraf Argumentasi : Berisi pendapat si penulis.
·         Paragraf Deskripsi : Menggambarkan objek sehingga si pembaca merasa berada dalam keadaan tersebut.
·         Paragraf Eksposisi : Memberi ilmu kepada si pembaca.
·         Paragraf Persuasi : Berisi kalimat ajakan atau bahasa iklan untuk mempengaruhi si pembaca.

Ø  Contoh masing – masing Paragraf

a.     Paragraf Narasi
Contoh:
Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.

b.    Paragraf Argumentasi
Contoh:
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.


c.      Paragraf Deskripsi
Contoh:
Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis.

d.    Paragraf Eksposisi
Contoh:
Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

e.      Paragraf Persuasif
Contoh:
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.














Menulis
Daftar Pustaka

A.   PENGERTIAN
Dalam pembuatan makalah, paper atau buku kita perlu mencantumkan referensi-referensi atau sumber-sumber dari tulisan kita, itulah yang disebut dengan daftar  pustaka. Daftar pustaka merupakan daftar sejumlah buku acuan atau referensi yang menjadi bahan utama dalam suatu tulisan, baik tulisan ilmiah maupun non ilmiah. Selain buku, majalah, surat kabar, catatan harian, dan hasil pemikiran ilmuan juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam menulis. Daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar buku atau sumber acuan lain yang mendasari atau menjadi bahan pertimbangan dalam  penyusunan karangan.
Definisi daftar pustaka atau bibliografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.
B.   FUNGSI
Fungsi daftar pustaka adalah sebagai berikut:
1.      Untuk memberikan informasi bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasilpemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain yang penulis.
2.      Untuk memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis yang inginmeneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap sumber aslinya.
3.      Untuk memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulisyang dirujuk terhadap hasil karyanya yang turut menyumbang peranan dalam penulisan karya tulis yang kita tulis.
4.      Membantu pembaca mengenal ruang lingkup studi penulis.
5.      Memberi informasi kepada pembaca untuk memperooleh pengetahuan yang lebih lengkap dan mendalam daripada kutipan yang digunakan oleh penulis.
6.      Membantu pembaca memilih referensi dan materi dasar untuk studinya.



C.   UNSUR-UNSUR
Unsur-unsur pokok daftar pustaka yang bahan referensinya buku adalah sebagai berikut:
  1. Nama penulis atau pengarang
  2. Tahun diterbitkannya tulisan atau karangan
  3. Judul buku atau artikel
  4. Kota penerbit
  5. Perusahaan penerbit
D.   SUMBER INFORMASI
1.      Sumber informasi yang ditulis adalah sumber yang relevan yang dibaca, diacu dalam penelitian/laporan.
2.      Tidak semua sumber informasi mempunyai dasar ilmiah yang dapat diandalkan dan dipercaya.
3.      Sebaiknya sumber informasi yang dipakai adalah sumber primer, bukan sekunder.
4.      Jika sumber primer tidak berhasil didapatkan, sumber sekunder dapat digunakan.  Penulisannya sbb : Menurut penulis1 1990 dalam penulis2 1995, pernyataan…
5.      Usahakan selalu menggunakan sumber yang terbaru
E.   PENULISAN
1.     Nama Pengarang
Nama pengarang, diurutkan berdasarkan huruf abjad (alfabetis)
a)      Nama penulis lebih dari satu suku kata
Nama penulis yang terdiri dari 2 kata atau lebih, cara penulisannya ialah nama akhir diikuti dengan tanda koma, singkatan nama depan, tengah dan seterusnya.
Contoh :
·         Michael Laudruf ditulis : Laudruf, M.
·         Donald Firgerald Othmer ditulis : Othmer, D.F.
b)      Nama dengan garis penghubung
Nama penulis yang dalam sumber aslinya ditulis dengan garis penghubung di antara dua suku kata, maka keduanya dianggap sebagai satu suku kata, tidak boleh dibalik.
c)      Nama yang diikuti dengan singkatan
Nama yang diikuti dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan itu menjadi satu dengan suku kata yang ada didepannya.
Contoh :
·         Mawardi A.I., ditulis Mawardi A.I.,
·         William D, Ross Jr, ditulis Ross Jr. W.D.
d)     Apabila penulisnya ada 2 penulis, maka yang dibalik cukup nama penulis yangpertama saja.
Ø  Misal : nama penulis Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto.
Ø  Maka di tulis dalamdaftar pustaka :
Ekosusilo, Madyo dan Bambang Triyanto. 1995. PedomanPenulisan Karya Ilmiah. Semarang: Dahara Prize.
e)      Apabila penulisnya lebih dari 2 penulis, maka yang ditulis cukup nama penulis yangpertama saja dan diberi singkatan dkk. (dan kawan-kawan) atau et.al.
Ø  Misal :Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for TheBehavioral Sciences. San Francisco: WH. Freeman and Company
f)       Apabila dalam sebuah daftar pustaka terdapat dua atau lebih buku yang ditulis olehpenulis yang sama, maka pengurutannya berdasarkan tahun terbitnya, dan namapenulis cukup ditulis sekali dan selanjutnya digantikan dengan garis.
g)      Pemisahan antara nama belakang dan nama depan menggunakan tanda koma (,).
h)      Setelah unsur nama penulis diakhiri tanda titik (.)
i)        Pencantuman nama penulis berdasarkan abjad, tanpa diberi nomor.
Ø  Misalnya, jika nama penulis buku yang pertama Prof. Dr. Sumardjono dan nama penulis buku yang lain Dr.Ir. Baihaki.
Ø  Maka pencantuman dalam daftar pustaka adalah :
Baihaki.
Sumardjono.
j)        Jika penulisnya tidak ada, yang pertama dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan buku tersebut. misalnya :Lembaga Administrasi Negara.
k)      Jika ada dua buku atau lebih yang diambil dari pengarang yang sama, penulisan nama pengarang cukup sekali, sedangkan pada buku yang kedua nama pengarang diganti dengan garis terputus-putus sepuluh ketuk mesin ketik yang diikuti tanda titik.
Ø  Misalnya :
Farida, Ida. 1995. Budidaya Lebah Madu. Jakarta: Gramedia.
……… 1996. Budidaya Tanaman Kedelai. Jakarta: Gramedia
l)        Kalau buku yang diacu disusun oleh seorang editor, dibelakakng nama pengarang ditulis kata Ed.
Ø  Misalnya :Koentjaraningrat (Ed)
m)    Gelar kesarjanaan tidak dituliskan dalam daftar pustaka. gelar keturunan masih dapat dipakai.
Ø  Misalnya, nama pengarang adalah Prof.Dr. Raden Mas Soegondo
Ø  Penulisan nama dalam daftar pustaka adalah :Soegondo, Raden Mas.
n)      Pustaka yang berasal dari suatu sumber yang nama pengarangnya tidak dicantumkan, maka pada bagian yang seharusnya dicantumkan nama pengarang, diganti kata anonim.
2.     Tahun Terbit
a)      Tahun terbit ditulis setelah nama pengarang, dipisahkan oleh titik dan diakhiri dengan titik.
Ø  Misalnya :Syahrani, Ridwan. 1990.
b)      Kalau dua buku ditulis oleh seorang pengarang, penyusunan urutannya berdasarkan tahun terbit yang terdahulu.
Ø  Misalnya :
Sutiana, Dadi. 1986.
……….. 1989
c)      Kalau dua buku yang diacu ditulis oleh seorang pengarang dalam tahun yang sama, dibelakang tahun itu harus dibutuhkan huruf a dan b sebagai pembeda.
Ø  Misalnya :
Muhammad, Suhedi. 1980a.
………..1980b.
d)      Jika buku yang diacu tidak berangka tahun, dibelakang nama pengarang diberi keterangan tanpa tahun.
Ø  Misalnya :Yusrial (tanpa tahun)
3.     Judul Buku
a)      Judul buku ditulis sesudah tahun terbit dan diberi garis bawah atau cetak miring. Setiap huruf awal kata, kecuali kata tugas, ditulis dengan huruf kapital.
Ø  Misalnya :
Kridalaksana, Harimurti. 1990. Kata Tugas dalam Bahasa Indonesia
atau
Kridalaksana, harimurti. 1990.Kata Tugas dalam Bahasa Indonesia
b)      Judul diakhiri dengan tanda titik (.).
4.     Kota Terbit
Kota terbit diletakkan sesudah judul dan diakhiri dengan titik dua.
Ø  Misalnya :Suhono, Budi. 1986. Ular-Ular berbisa di Jawa. Jakarta:
5.      Penerbit
a)      Nama penerbit dicantumkan sesudah nama terbit.
Ø  Misalnya :Suhono, Budi. 1986.Ular-Ular berbisa di Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
b)      Jika lembaga penerbitan buku itu langsung dijadikan pengganti nama pengarang karena nama pengarang tidak ada, nama penerbit tidak disebutkan lagi sesudah nama tempat terbit.
Ø  Misalnya :Panitia Istilah Manajemen Lembaga PPM. 1990. Himpunan Istilah Manajemen. Jakarta.
1.       Jika pustaka acuan belum diterbitkan, misalnya disertasi dan makalah setelah pencantuman judul diberi keterangan makalah (belum diterbitkan).
Ø  Misalnya :Mulyono, Rakhmad. 1987. Peranan Departemen Pekerjaan Umum dalam Pembangunan Nasional. Makalah (belum diterbitkan) pada seminar (lokakarya)











Materi Kebahasaan

Kebahasaan

Antonim

Peribahasa

Ungkapan

Sinonim

Homograf

Polisemi

Homofon

Homonim
 

















A.   HOMONIM
Homonim berasal dari kata homo berarti sama dan nym berarti nama. Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaannyasama.
Ø  Contoh homonim antara lain:
1.      bulan (nama kalender atau nama satelit)
2.      genting (gawat atau atap rumah)
3.      rapat (pertemuan atau tidak renggang)
B.   HOMOFON
Homofon berasal dari bahasa Yunani: ὁμός, homós, "sama" dan φωνή, phōnḗ , "bunyi". Homofon adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.
Ø  Contoh homofon antara lain:



C.   HOMOGRAF
Homograf berasal dari bahasa Yunani: ὁμός, homós, "sama" dan γράφω, gráphō, "tulis" homo berarti sama dan graf (graph) berarti tulisan.Jadi, homograf adalah kata yang samaejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya.
Ø  Contoh homograf antara lain:
D.   POLISEMI
Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata.
Ø  Contoh :
1.      Akar
·         Sebelum mengambil keputusan, kita harus menemukan akar permasalahannya (penyebab) terlebih dahulu.
·         Akar- akar beringin (bagian yang menopang tumbuhan) itu hampir saja membuatku jatuh.
1.      Tangan kanan
·         Sudah belasan tahun Pak Andi menjadi tangan kanan (orang kepercayaan) atasannya.
·         Tangan kanannya (bagian tubuh) terkilir selepas bermain bulu tangkis di lapangan tadi.
E.   SINONIM
Secara etimologi kata sinonimi atau disingkat sinonim berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu onoma yang berarti ‘nama’, dan syn yang berarti ‘dengan’. Maka secara harfiah kata sinonimi berarti ‘nama lain untuk benda atau hal yang sama’ (Chaer, 1994 :82). Sementara menurut H.G Tarigan (1993:78) kata sinonim terdiri dari sin (“sama” atau “serupa”) dan akar kata onim ”nama” yang bermakna “sebuah kata yang dikelompokkan dengan kata-kata lain di dalam klasifikasi yang sama berdasarkan makna umum. Dengan perkataan lain : sinonim adalah kata-kata yang mengandung arti pusat yang sama tetapi berbeda dalam nilai kata. Atau secara singkat : sinonim adalah kata-kata yang mempunyai denotasi yang sama tetapi berbeda dalam konotasi.
Ø  Contoh:
·         bohong      = dusta
·         haus           = dahaga
·         pakaian      = baju
·         bertemu     = berjumpa
·         buruk         = jelek
·         bunga         = kembang
·         mati           = wafat
·         aku                        = saya
·         melihat       = melirik

F.    ANTONIM
Kata antonim terdiri dari “anti” atau “ant” yang berarti lawan ditambah akar kata “onim” atau “onuma” yang berarti nama; yaitu kata yang mengandung makna yang berkebalikan atau berlawanan dengan kata yang lain.
Ø  Contoh:
·      Kuat             ><        Lemah
·      Jauh              ><        Dekat
·      Pintar            ><        Bodoh
·      Muka            ><        Belakang
·      Kaya             ><        Miskin
G.  UNGKAPAN
Ungkapan merupakan gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya. Idiom atau disebut juga dengan ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru dimana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya.Ungkapan juga dapat diartikan gabungan dua kata atau lebih yang digunakan seseorang dalam situasi tertentu untuk mengkiaskan suatu hal. Ungkapan terbentuk dari gabungan dua kata atau lebih.
Ø  Berikut adalah contoh ungkapan :
1.      banting tulang : kerja keras
2.      gulung tikar : bangkrut
3.      angkat kaki : pergi
4.      naik pitam : marah
5.      buah bibir : topik pembicaraan
H.  PERIBAHASA
Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang.Peribahasa merupakan ungkapan yang walaupun tidak langsung namun secara tersirat menyampaikan suatu hal yang dapat dipahami oleh pendengarnya atau pembacanya karena sama-sama hidup dalam ruang lingkup budaya yang sama.
Ø  Jenis-jenis Peribahasa
Peribahasa dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu peribahasa yang memiliki arti lugas dan peribahasa yang memiliki arti simbolis. Peribahasa yang memiliki arti lugas terdiri dari dua jenis, yaitu bidal dan pepatah, sedangkan peribahasa yang memiliki arti simbolis, yaitu perumpamaan.
a.       Peribahasa yang memiliki arti lugas
1.      Bidal/pameo
Peribahasa jenis bidal memiliki rima dan irama, seringkali digolongkan kedalam bentuk puisi, biasanya berisi sindiran,peringatan.
Ø  Contoh:
bagai kerakap di atas batu
hidup segan mati tak mau
2.      Pepatah
Peribahasa jenis pepatah memiliki isi yang ringkas, bijak dan seolah-olah diucapkan untuk mematahkan/mematikan ucapan orang lain. Pepatah mengandung nasehat serta petuah.
Ø  Contoh:
biar lambat asal selamat.
sedikit-demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.
b.      Peribahasa yang memiliki arti simbolis
1.      Perumpamaan
Peribahasa dalam bentuk perumpamaan, ungkapannya mengandung arti simbolik, biasanya dimulai dengan kata seperti, bagai atau bak.
Ø  Contoh:
bagai pinang dibelah dua.
datarbak lantai papan, licin bak dinding cermin.










Soal-soal:
Cermati paragraph berikut!
1.       
Saya terdiam lagi. Mengehela nafas sejenak dan menyedot coca – cola dingin. Mencoba mencari jawaban yang menghibur. Terlanjur …. ditawari menjadi manajer. Tak mudah untuk menutupi rasa girang saya.
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraph tersebut adalah…

A.     Hatiku berbunga – bunga
B.     Bermata dua
C.     Berpangku tangan
D.     Patah hati
E.      Berlapang dada

2.         Cermatilah paragraph berikut!

            Lembah Harau, di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat merupakan jurang yang besar dengan diameter mencapai 400 meter. Di Harau ini banyak keindahan yang memukau. Tebing – tebing granit menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. …. Dari mulai memasuki Lembah Harau, pengunjung sudah menikmati tebing – tebing granit ini.
 






Kalimat deskripsi yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang dalam paragraph tersebut adalah…
A.     Tebing – tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 – 300 meter.
B.     Sebagian pemanjat tebing dunia telah mengunjungi tempat ini untuk dipanjatnya.
C.     Banyak yang membandingkan Lembah Harau yang indah dengan “Grand Canyon”.
D.     Pengunjung menikmati keindahan alamnya dakam udara yang sangat segar dan bersih.
E.      Tebing granit di Lembah Harau sudah lama menjadi daya tarik wisata di Provinsi Sumatra Barat.

3.      Cermatilah kutipan gurindam berikut!

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi bahasa
 




Maksud isi kutipan gurindam tersebut adalah…
A.     Bahasa yang santun adalah bahasa yang dipahami semua bangsa.
B.     Perkembangan bahasa sebuah bangsa bergantung pada pemakaiannya.
C.     Bahasa yang digunakan seseorang mencerminkan darimana orang itu berasal.
D.     Tutur kata dan tingkah laku seseorang menunjukkan pribadi orang tersebut.
E.     Orang yang berbangsa adalah orang yang berbudi dan berbahasa baik.

4.      (1) Udara di Bogor terasa dingin. (2) Kali ini dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya . (3) Dinginnya suhu udara di Bogor mencapai 240C. (4) Data tingkat suhu udara ini, terdapat di papan informasi pengukur suhu di jalan-jalan besar di kota Bogor.
Dua kalimat pendapat pada teks tersebut ditandai dengan nomor ….
A.   (1) dan (2)
B.   (2) dan (3)
C.   (1) dan (3)
D.   (2) dan (4)
E.    (1) dan (4)

5.      (1) Tak seorang pun yang mengetahui siapakah sebenarnya yang menjadi pelaut pertama. (2) Barangkali orang mendapat gagasan untuk berlayar ketika memperhatikan potongan kayu terapung di air. (3) Mungkin pada waktu itu ada seseorang menunggangi batang pohon yang terhanyut mengikutu arus sungai . (4) Jika ia memegang sepotong kayu, ia pun dapat bergerak dengan mendayung.
Kalimat-kalimat yang berupa fakta adalah nomor …
A.     (1)
B.     (2)
C.     (3)
D.     (4)
E.      (3) dan (4)

6.      Bacalah paragraph berikut dengan seksama !
(1)   Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta , menilai seleksi secara nasional yang dilaksanakan tahun ini justru lebih efisien , baik bagi masyarakat maupun kalangan perguruan tinggi. (2) Ia siap melaksanakan seleksi secara nasional. (3) Pihak PTN pun ingin  mendukung siswa supaya lebih bisa konsentrasi dulu menyelesaikan studi di SMA. (4) Baru nanti berfokus mencari PTN. (5) Ini akan menurangi bebasn siswa.
Kalimat tunggal dalam paragraph tersebut adalah kalimat nomor …
A.     (1)
B.     (2)
C.     (3)
D.     (4)
E.     (5)

7.      Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan seksama !
(1)      Pada akhir bulan Desember pasangan pengantin itu berbulan madu ke Bali.
(2)               Cabang pohon itu menimpa atap kantor Cabang BRI.
(3)               Dikecapnya kecap yang meleleh di bibir botol itu.
(4)               Bang Hanafi selalu menyimpan uang di Bank.
(5)                Tim kesebelasan Serang diserang Tim Kesebelasan Tanggerang.
Kata berhomograf terdapat pada kalimat nomor …
A.                 (1) dan (2)
B.                 (1) dan (3)
C.                 (2) dan (3)
D.                 (3) dan (4)
E.                 (3) dan (5)

8.      “Rayonasi dulu dan sekarang itu berbeda “. Kalau dulu rayonasi mengelompikkan anak untuk melanjutkan sekolah pada daerha tertentu , sekarang hanya membantu orang tua murid mendaftar sekolah . Jsi lebih bersifat pelayanan. “ Sekarang murid bebas memilih sekolah” , kata Abdul Rochim , Kepala Subdinas Pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta , saat ditemui kompas sebelum acara Sosilaisasi PSB 2002-2003 di Jakarta, Jumat (10/5). (Sumber : Kompas , Sabtu, 11 Mei 2002).
Gagasan uatma paragraf di atas adalah …
A.                 Perbedaan penegrtian rayonisasi dulu dan sekarang
B.                 Rayonisasi adalah mengelompokkan anak untuk melanjutkan
C.                 Rayonisasi adalah wujud bersifat pelayanan
D.                 Kebebasan murid umtuk meilih sekolah
E.                  Pernyataan kepala Subdinas Pendidikan SLTP

9.      Pada tanggal 11 Desembr 2006 , saya berbelanja di Supermarket sambil memegang brosur supermarket tersebut, yang berlaku tanggal 6-19 Desember 2006. Saat melewati rak blueband , saya mengira harga yang tertera itu salah , karena tidak sesuai dengan isi brosur . Pihak Supermarket menjelaskan harga yang tertera dibrosur itu salah cetak . Sebagai konsumen sya merasa sangat dirugikan dengan kejadian tersebut.
Kritikan terhadap pihak supermarket pada teks tersebut adalah …
A.     Pembeli bebas memilih belanja di supermarket mana saja.
B.     Pihak supermarket harus mencermati isi brosur sebelum diedarkan.
C.     Konsumen berhak memilih harga yang palking murah.
D.     Pihak supermarket sengaja menurunkan harga barang.


10.  Cermatilah ilustrasi berikut!


            Sewaktu ia akan berangkat kerja, anak kesayangannya yang hanya semata wayang juga berpamitan hendak berangkat ke sekolah. Namun, begitu sampai di tempat kerja ia dikabari bahwa anaknya terjatuh dan cedera berat saat perjalanan menuju sekolah. Ia sangat kaget. Bahkan, ia tidak percaya. Seperti kata peribahasa…
 





Peribahasa yang sesuai untuk melengkapi kalimat tersebut adalah…
A.    Bagai pungguk merindukan bulan
B.     Seperti air di atas daun keladi
C.     Pucuk dicinta ulam pun tiba
D.    Bagai anak ayam kehilangan induknya
E.     Bagai tersambar petir di siang bolong


Tidak ada komentar:

Posting Komentar