I.
Mendengarkan
1.1.Memahami informasi dari
berbagai Laporan
A.
Membedakan
antara fakta dan opini dari berbagai sumber.
B.
Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan
kritik dan saran.
|
Mendengarkan
|
|
Fakta
|
|
Opini
|
|
Laporan
|
|
Kritik
|
|
Saran
|
1.
Fakta
a.
Pengertian
Fakta adalah
hal atau keadaan yang benar-benar terjadi dan memiliki data yang konkrit. Fakta
dapat berupa tabel,gambar,tanggal,data statistik,peristiwa dan grafik.
b.
Ciri
– ciri fakta
·
Bersifat
objektif (apa adanya)
·
Pasti
·
Terdapat
narasumber yang jelas
·
Memiliki
data yang akurat
c.
Contoh
fakta
Ø 17 agustus adalah hari
kemerdekaan Indonesia.
Ø Siswa kelas XII IPA1 berjumlah 31orang.
2.
Opini
a.
Pengertian
Opini
Opini adalah
perkiraan, pikiran, atau anggapan tentang suatu pula. Pendapat orang mengenai
suatu hal berbeda-beda. Perbedaan pendapat bergantung pada sudut pandang dan
latar belakang yang dimiliki.
b.
Ciri-ciri
Opini
·
Bersifat
subjektif
·
Tidak
terdapat narasumber
·
Tidak
dapat dibuktikan kebenarannya
·
Tidak
memiliki data yang akurat
·
Berisi
jawaban terhadap pertanyaan mengapa, bagaimana, kemudian apa
c.
Contoh
Opini
Ø Suara eka sangat merdu
3.
Laporan
a.
Pegertian
laporan
Laporan
adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan yang
berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada pelapor.
b.
Fungsi
Laporan
v Sebagai dasar pengambilan
keputusan.
v Sebagai dokumen untuk
bahan belajar.
v Sumber pengalaman orang
lain.
v Pertanggung jawaban untuk
orang yang memberi tugas.
c.
Ciri-ciri
Laporan
·
Bersifat
objektif.
·
Bahasa
formal
·
Sistematis.
·
Dibuat
atas permintaan dan pembacaannya tertentu.
d.
Informasi
yang terdapat pada laporan
§ Kegiatan atau hal yang
dilakukan.
§ Waktu kegiatan itu
dilakukan.
§ Tujuan diadakan kegiatan.
§ Proses berlangsungnya
kegatan.
§ Hasil kegiatan.
4.
Kritik
a.
Pengertian
kritik
Kritik adalah
mengungkapkan bagian-bagian suatu karya atau hal tersebut yang dirasakan atau
dianggap kurang bagus, kurang menarik, kurang benar.
Contoh kritik yang tidak
disertai alasan:
1. Saya sependapat dengan Anda, faktor kebersihan sangat berpengaruh terhadap
penyebaran demam berdarah. Pendapat Anda tepat.
2. Saya kurang sependapat dengan Anda, faktor kebersihan tidak berpengaruh pada
penyebaran demam berdarah.
Contoh kritik yang disertai alasan:
1. Saya sangat sependapat dengan Anda mengenai faktor kebersihan. Lingkungan yang
bersih adalah syarat utama hidup sehat. Apabila lingkungan bersih dengan sendirinya
nyamuk tidak dapat berkembang biak dan demam berdarah juga tidak akan ada di
tempat tersebut.
2. Saya kurang sependapat dengan Anda. Dari beberapa kasus demam berdarah justru
menjangkiti warga perumahan yang relatif lebih bersih daripada perkampungan. Saya
kira pengasapan masih lebih efektif.
1. Saya sependapat dengan Anda, faktor kebersihan sangat berpengaruh terhadap
penyebaran demam berdarah. Pendapat Anda tepat.
2. Saya kurang sependapat dengan Anda, faktor kebersihan tidak berpengaruh pada
penyebaran demam berdarah.
Contoh kritik yang disertai alasan:
1. Saya sangat sependapat dengan Anda mengenai faktor kebersihan. Lingkungan yang
bersih adalah syarat utama hidup sehat. Apabila lingkungan bersih dengan sendirinya
nyamuk tidak dapat berkembang biak dan demam berdarah juga tidak akan ada di
tempat tersebut.
2. Saya kurang sependapat dengan Anda. Dari beberapa kasus demam berdarah justru
menjangkiti warga perumahan yang relatif lebih bersih daripada perkampungan. Saya
kira pengasapan masih lebih efektif.
5.
Saran
a.
Pengertian
Saran
Saran
adalah pendapat, usul, anjuran yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Saran
harus bersifat membangun,mendidik,dan secara objrktif dan sesuai dengan topik
yang dibahas.
Kebahasaan
·
Kata
hubung berisi tambahan pula dan di
samping itu.
·
Menggunakan
kalimat majemuk
|
Kebahasaan
|
|
Kalimat Tunggal
|
|
KMS
|
|
KMC
|
|
Kalimat Majemuk
|
|
KMB
|
|
Kata Penghubung
|
Ø Kata Hubung
Exp : Seorang petani yang
baik adalah petani yang menghadapi segala keadaan. Di samping itu harus ulet dalam mengolah lahannya.
Kalimat
diatas menggunakan kata hubung disamping itu. Kata hubung tersebut merupakan
salah satu konjungsi antarkalimat. Huruf pertama menggunakan huruf kapital dan
diikuti tanda koma (,) . Konjungsi biasanya di gunakan untuk menyatakan hal,
peristiwa, atau keadaan diluar yang telah dinyatakan sebelumnya.
Ø Kalimat tunggal
Kalimat
tunggal adalah kalimat yang hanya mempunyai satu pola kalimat, yaitu hanya
memiliki satu subjek dan satu predikat, serta satu keterangan (jika perlu)
Ø Kalimat majemuk
a.
Pengertian
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua
klausa atau lebih.
(klausa : gabungan dari 1
kata atau lebih yang tidak memiliki batas akhir)
b.
Macam-
macam
1.
Kalimat
Majemuk Setara
2.
Kalimat
Majemuk Bertingkat
3.
Kalimat
Majemuk Campuran.
A.
Kalimat
Majemuk Setara (KMS)
Pengertian
Kalimat
Majemuk Setara adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang
kedudukannya setara atau sederajat.
Jenis Kalimat Majemuk Setara
1.
Kalimat majemuk setara sejalan
Ø Kalimat majemuk setara yang terdiri
atas beberapa kalimat tunggal yang bersamaan situasinya.
Contoh:
Umkar pergi ke pasar, Ririn pergi ke sawah sedangkan Sirob pergi ke sekolah.
2. Kalimat majemuk setara berlawanan
Ø Kalimat majemuk setara yang terdiri
atas beberapa kalimat yang isinya menyatakan situasi yang berlawanan.
Contoh:
Danis anak yang rajin, tetapi adiknya pemalas.
3. Kalimat majemuk setara yang menyatakan sebab akibat
Ø kalimat majemuk setara yang terdiri
atas beberapa kalimat tunggal yang isi bagian satu menyatakan sebab akibat dari
bagian yang lain
Contoh
: Ajiz mendapatkan rangking 1, karena dia anak yang rajin
B.Kalimat Majemuk Bertingkat
Ø adalah kalimat yang terjadi dari
beberapa kalimat tunggal yang kedudukannya tidak setara/sederajat.
Jenis-jenisnya:
1.
Kalimat majemuk hubungan waktu
Contoh
: Aku sedang belajar, ketika ayahku pulang
2. Kalimat majemuk hubungan syarat
Ditandai
dengan : jika, seandainya, asalkan,apabila, andaikan
Contoh
: Jika aku mendapatkan rangking 1, aku akan mendapatkan laptop baru.
3. . Kalimat majemuk hubungan tujuan
Ditandai
dengan : agar, supaya, biar.
Contoh
: Danis sengaja tidur siang agar dia bisa bangun pagi buat belajar
4. Kalimat majemuk konsensip
Ditandai
dengan : walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguh pun
Contoh
: Walaupun Veri sedang sedih, dia selalu tersenyum.
5. Kalimat majemuk hubungan penyebaban
Ditandai
dengan : sebab, karena, oleh karena
Contoh
: Aku sedang sedih, sebab orang yang aku cintai tidak mencintaiku
6. Kalimat majemuk hubungan perbandingan
Ditandai
dengan: ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, lebih baik.
Contoh
: Dari pada bermain, lebih baik aku
belajar.
7. Kalimat majemuk hubungan akibat
Ditadai
dengan : sehingga, sampai-sampai, maka
Contoh
: Dian begitu berbakat, sehingga dia dapat memenangkan kontes itu.
8. Kalimat majemuk hubungan cara
Ditandai
dengan : Dengan
Contoh
: Dengan cara menjual koran, dia mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya
9. Kalimat majemuk hubungan sangkalan
Ditandai
dengan: seolah-olah, seakan-akan
Contoh
: Markus diam saja, seolah-olah tidak terjadi apapun.
10. Kalimat majemuk hubungan kenyataan
Ditandai
dengan: padahal, sedangkan
Contoh
: Gina terus belajar, padahal dia sedang sakit.
11. Kalimat majemuk hubungan hasil
Ditandai
dengan : makannya
Contoh:
Doni anak pemalas, makannya nilainya selalu jelek
12. Kalimat majemuk hubungan penjelasan
Ditandai
dengan : bahwa
Contoh
: Nilai raportnya menunjukan bahwa dia benar-benar siswa yang pandai
13. Majemuk hubungan atributif
Ditandai
dengan : yang
Contoh
: anak yang sedang berlari itu teman saya
C. Kalimat
Majemuk Campuran
Ø Adalah kalimat yang merupakan
hubungan antara majemuk setara dan majemuk bertingkat.
Contoh
: pekerjaan itu sudah selesai ketika ayah datang dari kantor dan ibu sudah
menidurkan adikku.
KONJUNGSI
Konjungsi adalah kata tugas yang
menghubungkan dua klausa atau lebih.
Konjungsi disebut juga dengan istilah kata sambung, kata hubung, dan kata penghubung.
Jenis-jenis konjungsi:
1. Konjungsi antar klausa, dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
a. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang sama. ( =konjungsi setara )
Macam-macam:
- dan (menyatakan penambahan)
- tetapi ( menyatakan perlawanan)
- atau ( menyatakan pemilihan )
b. Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang tidak sama. (=konjungsi bertingkat )
Macam-macamnya:
- sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai (menyatakan waktu).
- Jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala ( menyatakan syarat ).
- Andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya ( menyatakan pengandaian ).
- agar, supaya, biar ( menyatakan tujuan )
- biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun, kendatipun ( menyatakan konsesif ).
- seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana ( menyatakan pemiripan ).
- sebab, karena, oleh karena ( menyatakan sebab )
- hingga, sehingga, sampai(-sampai), maka(nya) ( menyatakan akibat ).
- bahwa ( menyatakan penjelasan ).
c. Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsur itu memiliki status sintaksis yang sama.
Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan.
Macam-macamnya:
- baik … maupun …
- tidak hanya …, tetapi ( …) juga …
- bukan hanya …, melainkan …
- (se)demikian (rupa) … sehingga…
- apa(kah) … atau …
- entah … entah …
- jangankan …, …pun .
2. Konjungsi Antarkalimat yaitu konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
Oleh karena itu, konjungsi ini selalu memulai satu kalimat yang baru dan huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital.
Macam-macamnya:
- biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu ( menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu )
- kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu ( menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya ).
- sebaliknya ( menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya ).
- sesungguhnya, bahwasannya ( menyatakan keadaan yang sebenarnaya ).
- malahan, bahkan ( menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).
- akan tetapi, namun, kecuali itu ( menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya ).
- dengan demikian ( menyatakan konsekuensi )
- oleh karena itu, oleh sebab itu ( menyatakan akibat )
- sebelum itu ( menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya )
3. Konjungsi Antar paragraf yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan paragraf tempat konjungsi itu dipakai dengan paragraf sebelumnya.
Konjungsi antar paragraf pada umumnya terletak pada awal paragraf.
Macam-macamnya:
- adapun
- akan hal
- mengenal
- dalam pada itu
Selain keempat konjungsi antar paragraf tersebut terdapat juga konjungsi antar paragraf berikut:
- alkisah
- arkian
- sebermula
- syahdan
Konjungsi disebut juga dengan istilah kata sambung, kata hubung, dan kata penghubung.
Jenis-jenis konjungsi:
1. Konjungsi antar klausa, dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
a. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang sama. ( =konjungsi setara )
Macam-macam:
- dan (menyatakan penambahan)
- tetapi ( menyatakan perlawanan)
- atau ( menyatakan pemilihan )
b. Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang tidak sama. (=konjungsi bertingkat )
Macam-macamnya:
- sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai (menyatakan waktu).
- Jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala ( menyatakan syarat ).
- Andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya ( menyatakan pengandaian ).
- agar, supaya, biar ( menyatakan tujuan )
- biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun, kendatipun ( menyatakan konsesif ).
- seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana ( menyatakan pemiripan ).
- sebab, karena, oleh karena ( menyatakan sebab )
- hingga, sehingga, sampai(-sampai), maka(nya) ( menyatakan akibat ).
- bahwa ( menyatakan penjelasan ).
c. Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsur itu memiliki status sintaksis yang sama.
Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan.
Macam-macamnya:
- baik … maupun …
- tidak hanya …, tetapi ( …) juga …
- bukan hanya …, melainkan …
- (se)demikian (rupa) … sehingga…
- apa(kah) … atau …
- entah … entah …
- jangankan …, …pun .
2. Konjungsi Antarkalimat yaitu konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
Oleh karena itu, konjungsi ini selalu memulai satu kalimat yang baru dan huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital.
Macam-macamnya:
- biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu ( menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu )
- kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu ( menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya ).
- sebaliknya ( menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya ).
- sesungguhnya, bahwasannya ( menyatakan keadaan yang sebenarnaya ).
- malahan, bahkan ( menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).
- akan tetapi, namun, kecuali itu ( menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya ).
- dengan demikian ( menyatakan konsekuensi )
- oleh karena itu, oleh sebab itu ( menyatakan akibat )
- sebelum itu ( menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya )
3. Konjungsi Antar paragraf yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan paragraf tempat konjungsi itu dipakai dengan paragraf sebelumnya.
Konjungsi antar paragraf pada umumnya terletak pada awal paragraf.
Macam-macamnya:
- adapun
- akan hal
- mengenal
- dalam pada itu
Selain keempat konjungsi antar paragraf tersebut terdapat juga konjungsi antar paragraf berikut:
- alkisah
- arkian
- sebermula
- syahdan
Sastra
a.
Fungsi
1.
Alat
Bahsa
2.
Unsur
Estetika
Dalam
sastra harus memiliki imajinasi yang tinggi atau hayalan yang tinggi. Salah
satu contoh dari sastra adalah Novel.
|
Sastra
|
|
Novel
|
|
Unsur
Instrinsik
|
|
Unsur
Ekstinsik
|
a.
Pengertian
Novel
Novel
adalah bentuk karya sastra yang ceritanya antara tokoh-toko mengalami perubahan
nasib.
b.
Unsur
Instrinsik
1.
Tema
Tema adalah
gagasan yang mendasari sebuah karya sastra.
2.
Alur
Alur adalah
jalan cerita
·
Macam-macam
alur
Ø Alur Maju
Adalah alur
yang berurutan dari tahap perkenalan,konflik, dan penyelesaian.
Ø Alur Mundur
Adalah alur
yang didahului klimaks dan disusul dengan tahap pendahuluan, pemunculan
konflik, dan peleraian.
Ø Alur Campuran (Maju
Mundur).
Alur ini
merupakan perpaduan alur maju dan mundur.
3.
Amanat
Amanat adalah
pesan yang disampaikan oleh cerita. Amanat tidak tertulis dalam cerita namun
setelah membaca, kita akan tahu apa yang disampaikan penulis.
4.
Penokohan
Penokohan
adalah pelukisan gambaran jelas tentang seorang yang diagambarkan utuh lengkap
secara lahiriah dan rohaniah.
·
Dilihat
dari watak dan karakternya , tokoh dapat dibedakan sebagai berikut :
1.
Tokoh
Antagonis
Tokoh
antagonis yaitu tokoh yang menimbulkan konflik atau masalah dalam cerita. Biasanya wataknya jahat.
2.
Tokoh
Protagonis
Tokoh
Protagonis adalah tokoh yang mempunyai watak baik, dan benar.
·
Dilihat
dari kebenaran tokoh
1.
Tokoh
Utama adalah tokoh yang mempunyai peranan sangat penting dalam sebuah cerita.
Tokoh ini selalu hadir.
2.
Tokoh
Pembantu adalah tokoh yang membantu tokoh utama dalam sebuah karya sastra.
5.
Latar
Latar atau
setting adalah keterangan ,petunjuk, dan pengacuanyang berkaitan dengan waktu,
ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya sastra.
Ada tiga
jenis latar yaitu latar waktu,tempat dan suasana.
6.
Sudut
Pandang
Adalah cara
pengarang mengungkapkan cerita.
1.
Sudut
Pandang Orang Pertama
Pengarang
menggunakan pelaku utama sebagai orang pertama. Pengarang menggunakan kata
ganti orang pertama seperti aku atau saya.
2.
Sudut
Pandang Orang Ketiga
Pengarang
menggunakan pelaku pertama sebagai orang ketiga. Menggunakan kata ganti
misalnya dia,ia,atau nama orangnya.
3.
Sudut
Pandang Serba tahu.
Pengarang dapat
mengemukakan segala tingkah laku atau tindak tanduk tokoh utamanya.
c.
Unsur
Ekstrinsik Novel
- Sejarah/Biografi
Pengarang biasanya sejarah/biografi
pengarang berpengaruh pada jalan cerita di novelnya
- Situasi
dan Kondisi secara langsung maupun tidak
langsung, situasi dan kondisi akan berpengaruh kepada hasil karya
- Nilai-nilai
dalam cerita Dalam sebuah karya sastra
terkandung nilai-nilai yang disisipkan oleh
pengarang. Nilai-nilai itu antara lain :
Ø Nilai Moral, yaitu nilai yang
berkaitan dengan ahklak atau budi
pekerti baik buruk
berkaitan dengan ahklak atau budi
pekerti baik buruk
Ø Nilai Sosial, yaitu hal-hal yang
berkaitan dengan norma –norma
dalam kehidupan masyarakat
( misalnya, saling memberi, menolong,
dan tenggang rasa )
berkaitan dengan norma –norma
dalam kehidupan masyarakat
( misalnya, saling memberi, menolong,
dan tenggang rasa )
Ø Nilai Budaya, yaitu konsep
masalah dasar yang sangat penting
dan bernilai dalam kehidupan manusia
( misalnya adat istiadat ,kesenian,
kepercayaan, upacara adat )
masalah dasar yang sangat penting
dan bernilai dalam kehidupan manusia
( misalnya adat istiadat ,kesenian,
kepercayaan, upacara adat )
Ø Nilai Estetika , yaitu nilai yang
berkaitan dengan seni, keindahan
dalam karya sastra ( tentang
bahasa, alur, tema )
berkaitan dengan seni, keindahan
dalam karya sastra ( tentang
bahasa, alur, tema )
Membaca
Ø Menentukan ide pokok atau
kalimat utama.
Ø Menentukan kalimat
penjelas.
Ø Menyusun kalimat menjadi
paragraf padu.
Ø Menyebutkan macam-macam /
jenis paragraf.
Ø Paragraf terdiri dari ide
pokok dan kalimat penjelas.
|
Paragraf
|
|
Paragraf
berdasarkan letak ide pokok
1.
Deduktif
2.
Induktif
3.
Campuran
|
|
Paragraf
berdasarkan Tujuan Penulis
1.
Narasi
2.
Argumentasi
3.
Deskripsi
4.
Eksposisi
5.
Persuasif
|
Langkah-langkah
menentukan ide pokok
a.
Hitung
jumlah kalimat yang ada dalam paragraf tersebut.
b.
Kalimat
mana yang mengandung muatan paling berat.
c.
Kalimat
yang tidak dapat dihilangkan itulah ide pokok.
Ø Letak gagasan utama/ide
pokok
a.
Deduktif
Deduktif
adalah paragraf yang kalimat utamanya
berada di awal paragraf. Bersifat dari umum ke khusus.
b.
Induktif
Induktif adalah
paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir paragraf bersifat dari khusus ke
umum.
c.
Campuran
Campuran
adalah paragraf yang memiliki kalimat utama yang berisi di pokok pada awal dan
akhir paragraf.
Ø Menurut Tujuan
Penulisan,Paragraf di bedakan menjadi 5 jenis yaitu :
d.
Narasi
e.
Argumentasi
f.
Deskripsi
g.
Eksposisi.
h.
Persuasi
Ø Key word (Kata kunci)
·
Paragraf
Narasi : Ada tokoh atau pelaku.
·
Paragraf
Argumentasi : Berisi pendapat si penulis.
·
Paragraf
Deskripsi : Menggambarkan objek sehingga si pembaca merasa berada dalam keadaan
tersebut.
·
Paragraf
Eksposisi : Memberi ilmu kepada si pembaca.
·
Paragraf
Persuasi : Berisi kalimat ajakan atau bahasa iklan untuk mempengaruhi si
pembaca.
Ø Contoh masing – masing
Paragraf
a.
Paragraf
Narasi
Contoh:
Tepat
ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir
pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu
ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke
Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua
perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan
nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut.
Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai
Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan
waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke
mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang
semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh
keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak
terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan
perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya
selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.
b. Paragraf
Argumentasi
Contoh:
Pantai
Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai
berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian
masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan
hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal,
ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian
menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai
Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan
mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan.
Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan
anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga
menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung
(pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi.
Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.
c. Paragraf Deskripsi
Contoh:
Masih
melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang
ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak
bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada
tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di
sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai
dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara
pantai. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan
terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan,
hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang
berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air,
berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik,
kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini
dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai
pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis.
d. Paragraf Eksposisi
Contoh:
Parangtritis
adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di
desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km
sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup
terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup,
Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak
terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya
gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa
disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan
cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan
souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang
konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya
penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal
dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke
pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam
kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda
yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga
parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.
e. Paragraf
Persuasif
Contoh:
Pantai
Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai
berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian
masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan
hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal,
ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian
menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai
Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan
mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga
mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali
dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis,
juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat
palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit
diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.
Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib
dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun
sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada
warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan
guna meningkatkan kewaspadaan mereka.
Menulis
Daftar Pustaka
A.
PENGERTIAN
Dalam
pembuatan makalah, paper atau buku kita perlu mencantumkan referensi-referensi
atau sumber-sumber dari tulisan kita, itulah yang disebut dengan daftar
pustaka. Daftar pustaka merupakan daftar sejumlah buku acuan atau
referensi yang menjadi bahan utama dalam suatu tulisan, baik tulisan ilmiah
maupun non ilmiah. Selain buku, majalah, surat kabar, catatan harian, dan hasil
pemikiran ilmuan juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam menulis. Daftar
pustaka atau bibliografi adalah daftar buku atau sumber acuan lain yang
mendasari atau menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan karangan.
Definisi daftar pustaka atau
bibliografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang
mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya yang
ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan
abjad.
B.
FUNGSI
Fungsi daftar pustaka adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
memberikan informasi bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasilpemikiran
penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain yang penulis.
2.
Untuk
memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis yang inginmeneruskan
kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap sumber aslinya.
3.
Untuk
memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya
tulisyang dirujuk terhadap hasil karyanya yang turut menyumbang peranan dalam
penulisan karya tulis yang kita tulis.
4.
Membantu
pembaca mengenal ruang lingkup studi penulis.
5.
Memberi
informasi kepada pembaca untuk memperooleh pengetahuan yang lebih lengkap
dan mendalam daripada kutipan yang digunakan oleh penulis.
6.
Membantu
pembaca memilih referensi dan materi dasar untuk studinya.
C.
UNSUR-UNSUR
Unsur-unsur pokok
daftar pustaka yang bahan referensinya buku adalah sebagai berikut:
- Nama penulis atau pengarang
- Tahun diterbitkannya tulisan
atau karangan
- Judul buku atau artikel
- Kota penerbit
- Perusahaan penerbit
D.
SUMBER INFORMASI
1.
Sumber informasi yang ditulis adalah
sumber yang relevan yang dibaca, diacu dalam penelitian/laporan.
2.
Tidak semua sumber informasi
mempunyai dasar ilmiah yang dapat diandalkan dan dipercaya.
3.
Sebaiknya sumber informasi yang
dipakai adalah sumber primer, bukan sekunder.
4.
Jika sumber primer tidak berhasil
didapatkan, sumber sekunder dapat digunakan.
Penulisannya sbb : Menurut penulis1 1990 dalam penulis2 1995,
pernyataan…
5.
Usahakan selalu menggunakan sumber
yang terbaru
E.
PENULISAN
1.
Nama Pengarang
Nama pengarang, diurutkan berdasarkan huruf abjad (alfabetis)
a) Nama penulis lebih dari satu suku
kata
Nama penulis yang terdiri dari 2
kata atau lebih, cara penulisannya ialah nama akhir diikuti dengan tanda koma,
singkatan nama depan, tengah dan seterusnya.
Contoh :
·
Michael Laudruf ditulis : Laudruf,
M.
·
Donald Firgerald Othmer ditulis :
Othmer, D.F.
b) Nama dengan garis penghubung
Nama penulis yang dalam sumber
aslinya ditulis dengan garis penghubung di antara dua suku kata, maka keduanya
dianggap sebagai satu suku kata, tidak boleh dibalik.
c) Nama yang diikuti dengan singkatan
Nama yang diikuti dengan singkatan,
dianggap bahwa singkatan itu menjadi satu dengan suku kata yang ada didepannya.
Contoh :
·
Mawardi A.I., ditulis Mawardi A.I.,
·
William D, Ross Jr, ditulis Ross Jr.
W.D.
d) Apabila penulisnya ada 2 penulis,
maka yang dibalik cukup nama penulis yangpertama saja.
Ø Misal : nama penulis Madyo Ekosusilo
dan Bambang Triyanto.
Ø Maka di tulis dalamdaftar pustaka :
Ekosusilo,
Madyo dan Bambang Triyanto. 1995. PedomanPenulisan Karya Ilmiah. Semarang:
Dahara Prize.
e) Apabila penulisnya lebih dari 2
penulis, maka yang ditulis cukup nama penulis yangpertama saja dan diberi
singkatan dkk. (dan kawan-kawan) atau et.al.
Ø Misal :Ghiselli E. et al 1981.
Measurement Theory for TheBehavioral Sciences. San Francisco: WH. Freeman and
Company
f) Apabila dalam sebuah daftar pustaka
terdapat dua atau lebih buku yang ditulis olehpenulis yang sama, maka
pengurutannya berdasarkan tahun terbitnya, dan namapenulis cukup ditulis sekali
dan selanjutnya digantikan dengan garis.
g) Pemisahan antara nama belakang dan
nama depan menggunakan tanda koma (,).
h) Setelah unsur nama penulis diakhiri
tanda titik (.)
i)
Pencantuman
nama penulis berdasarkan abjad, tanpa diberi nomor.
Ø Misalnya, jika nama
penulis buku yang pertama Prof. Dr. Sumardjono dan nama penulis buku yang lain Dr.Ir. Baihaki.
Ø Maka pencantuman dalam
daftar pustaka adalah :
Baihaki.
Sumardjono.
j)
Jika
penulisnya tidak ada, yang pertama dicantumkan adalah nama lembaga yang
menerbitkan buku tersebut. misalnya :Lembaga Administrasi Negara.
k)
Jika
ada dua buku atau lebih yang diambil dari pengarang yang sama, penulisan nama
pengarang cukup sekali, sedangkan pada buku yang kedua nama pengarang diganti
dengan garis terputus-putus sepuluh ketuk mesin ketik yang diikuti tanda titik.
Ø Misalnya :
Farida, Ida. 1995. Budidaya
Lebah Madu. Jakarta: Gramedia.
……… 1996. Budidaya Tanaman
Kedelai. Jakarta: Gramedia
l)
Kalau
buku yang diacu disusun oleh seorang editor, dibelakakng nama pengarang ditulis
kata Ed.
Ø Misalnya :Koentjaraningrat (Ed)
m)
Gelar
kesarjanaan tidak dituliskan dalam daftar pustaka. gelar keturunan masih dapat
dipakai.
Ø Misalnya, nama pengarang adalah Prof.Dr. Raden Mas Soegondo
Ø Penulisan nama dalam daftar pustaka
adalah :Soegondo, Raden Mas.
n)
Pustaka
yang berasal dari suatu sumber yang nama pengarangnya tidak dicantumkan, maka
pada bagian yang seharusnya dicantumkan nama pengarang, diganti kata anonim.
2.
Tahun Terbit
a)
Tahun
terbit ditulis setelah nama pengarang, dipisahkan oleh titik dan diakhiri
dengan titik.
Ø Misalnya :Syahrani,
Ridwan. 1990.
b)
Kalau
dua buku ditulis oleh seorang pengarang, penyusunan urutannya berdasarkan tahun
terbit yang terdahulu.
Ø Misalnya :
Sutiana,
Dadi. 1986.
………..
1989
c) Kalau dua buku yang diacu ditulis oleh
seorang pengarang dalam tahun yang sama, dibelakang tahun itu harus dibutuhkan
huruf a dan b sebagai pembeda.
Ø Misalnya :
Muhammad, Suhedi. 1980a.
………..1980b.
d) Jika buku yang diacu tidak berangka
tahun, dibelakang nama pengarang diberi keterangan tanpa tahun.
Ø Misalnya :Yusrial (tanpa tahun)
3.
Judul Buku
a) Judul buku ditulis sesudah tahun
terbit dan diberi garis bawah atau cetak miring. Setiap huruf awal kata,
kecuali kata tugas, ditulis dengan huruf kapital.
Ø Misalnya :
Kridalaksana, Harimurti.
1990. Kata Tugas dalam Bahasa Indonesia
atau
Kridalaksana, harimurti.
1990.Kata Tugas dalam Bahasa Indonesia
b) Judul diakhiri dengan tanda titik
(.).
4.
Kota Terbit
Kota terbit diletakkan sesudah
judul dan diakhiri dengan titik dua.
Ø Misalnya :Suhono, Budi.
1986. Ular-Ular berbisa di Jawa. Jakarta:
5.
Penerbit
a) Nama penerbit dicantumkan sesudah
nama terbit.
Ø Misalnya :Suhono, Budi. 1986.Ular-Ular
berbisa di Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
b) Jika lembaga penerbitan buku itu
langsung dijadikan pengganti nama pengarang karena nama pengarang tidak ada,
nama penerbit tidak disebutkan lagi sesudah nama tempat terbit.
Ø
Misalnya
:Panitia Istilah Manajemen Lembaga PPM. 1990. Himpunan Istilah Manajemen. Jakarta.
1. Jika pustaka acuan belum diterbitkan, misalnya
disertasi dan makalah setelah pencantuman judul diberi keterangan makalah
(belum diterbitkan).
Ø Misalnya :Mulyono, Rakhmad.
1987. Peranan Departemen Pekerjaan Umum dalam Pembangunan Nasional.
Makalah (belum diterbitkan) pada seminar (lokakarya)
Materi Kebahasaan
|
Kebahasaan
|
|
Antonim
|
|
Peribahasa
|
|
Ungkapan
|
|
Sinonim
|
|
Homograf
|
|
Polisemi
|
|
Homofon
|
|
Homonim
|
A.
HOMONIM
Homonim berasal dari kata homo berarti sama dan nym berarti nama.
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau
ejaannyasama.
Ø Contoh homonim antara lain:
1.
bulan (nama kalender atau nama
satelit)
2.
genting (gawat atau atap rumah)
3.
rapat (pertemuan atau tidak
renggang)
B.
HOMOFON
Homofon berasal dari bahasa Yunani: ὁμός, homós, "sama" dan φωνή, phōnḗ ,
"bunyi". Homofon adalah kata
yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Homofon
terdiri atas kata homo
berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi
atau suara. homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan
berbeda makna.
Ø Contoh homofon antara lain:
C.
HOMOGRAF
Homograf berasal dari bahasa Yunani: ὁμός, homós, "sama" dan γράφω, gráphō,
"tulis" homo berarti sama dan graf (graph) berarti tulisan.Jadi,
homograf adalah kata yang samaejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal
dan maknanya.
Ø Contoh homograf antara lain:
D.
POLISEMI
Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau
arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu
kata.
Ø Contoh :
1.
Akar
·
Sebelum mengambil
keputusan, kita harus menemukan akar permasalahannya (penyebab) terlebih
dahulu.
·
Akar- akar beringin
(bagian yang menopang tumbuhan) itu hampir saja membuatku jatuh.
1. Tangan kanan
·
Sudah belasan tahun Pak
Andi menjadi tangan kanan (orang kepercayaan) atasannya.
·
Tangan kanannya (bagian
tubuh) terkilir selepas bermain bulu tangkis di lapangan tadi.
E.
SINONIM
Secara
etimologi kata sinonimi atau disingkat sinonim berasal dari bahasa Yunani kuno,
yaitu onoma yang berarti ‘nama’, dan syn yang berarti ‘dengan’. Maka secara
harfiah kata sinonimi berarti ‘nama lain untuk benda atau hal yang sama’
(Chaer, 1994 :82). Sementara menurut H.G Tarigan (1993:78) kata sinonim terdiri
dari sin (“sama” atau “serupa”) dan akar kata onim ”nama” yang bermakna “sebuah
kata yang dikelompokkan dengan kata-kata lain di dalam klasifikasi yang sama
berdasarkan makna umum. Dengan perkataan lain : sinonim adalah kata-kata yang
mengandung arti pusat yang sama tetapi berbeda dalam nilai kata. Atau secara
singkat : sinonim adalah kata-kata yang mempunyai denotasi yang sama tetapi
berbeda dalam konotasi.
Ø Contoh:
·
bohong = dusta
·
haus =
dahaga
·
pakaian = baju
·
bertemu = berjumpa
·
buruk = jelek
·
bunga = kembang
·
mati =
wafat
·
aku =
saya
·
melihat = melirik
F.
ANTONIM
Kata antonim terdiri dari “anti”
atau “ant” yang berarti lawan ditambah akar kata “onim” atau “onuma” yang
berarti nama; yaitu kata yang mengandung makna yang berkebalikan atau
berlawanan dengan kata yang lain.
Ø Contoh:
· Kuat
>< Lemah
· Jauh
>< Dekat
· Pintar
>< Bodoh
· Muka
>< Belakang
· Kaya
>< Miskin
G.
UNGKAPAN
Ungkapan merupakan
gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna
unsur yang membentuknya. Idiom atau disebut juga dengan ungkapan adalah
gabungan kata yang membentuk arti baru dimana tidak berhubungan dengan kata
pembentuk dasarnya.Ungkapan juga dapat diartikan gabungan dua kata atau lebih
yang digunakan seseorang dalam situasi tertentu untuk mengkiaskan suatu hal.
Ungkapan terbentuk dari gabungan dua kata atau lebih.
Ø Berikut adalah contoh ungkapan :
1. banting tulang : kerja keras
2. gulung tikar : bangkrut
3. angkat kaki : pergi
4. naik pitam : marah
5. buah bibir : topik pembicaraan
H. PERIBAHASA
Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang
menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan
kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang.Peribahasa
merupakan ungkapan yang walaupun tidak langsung namun secara tersirat
menyampaikan suatu hal yang dapat dipahami oleh pendengarnya atau pembacanya
karena sama-sama hidup dalam ruang lingkup budaya yang sama.
Ø Jenis-jenis Peribahasa
Peribahasa
dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu peribahasa yang memiliki arti lugas
dan peribahasa yang memiliki arti simbolis. Peribahasa yang memiliki arti lugas
terdiri dari dua jenis, yaitu bidal dan pepatah, sedangkan peribahasa yang
memiliki arti simbolis, yaitu perumpamaan.
a.
Peribahasa
yang memiliki arti lugas
1.
Bidal/pameo
Peribahasa jenis bidal memiliki rima dan irama, seringkali
digolongkan kedalam bentuk puisi, biasanya berisi sindiran,peringatan.
Ø
Contoh:
bagai kerakap di atas batu
hidup segan mati tak mau
2.
Pepatah
Peribahasa jenis pepatah memiliki isi yang ringkas, bijak
dan seolah-olah diucapkan untuk mematahkan/mematikan ucapan orang lain. Pepatah
mengandung nasehat serta petuah.
Ø
Contoh:
biar lambat asal selamat.
sedikit-demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.
b.
Peribahasa
yang memiliki arti simbolis
1.
Perumpamaan
Peribahasa dalam bentuk perumpamaan, ungkapannya mengandung
arti simbolik, biasanya dimulai dengan kata seperti, bagai atau bak.
Ø Contoh:
bagai
pinang dibelah dua.
datarbak lantai papan, licin bak
dinding cermin.
Soal-soal:
Cermati
paragraph berikut!
1.
Saya terdiam
lagi. Mengehela nafas sejenak dan menyedot coca
– cola dingin. Mencoba mencari jawaban yang menghibur. Terlanjur ….
ditawari menjadi manajer. Tak mudah untuk menutupi rasa girang saya.
Ungkapan
yang tepat untuk melengkapi paragraph tersebut adalah…
A.
Hatiku
berbunga – bunga
B. Bermata
dua
C. Berpangku
tangan
D. Patah
hati
E. Berlapang
dada
2.
Cermatilah
paragraph berikut!
|
Lembah Harau, di
Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat merupakan jurang yang
besar dengan diameter mencapai 400 meter. Di Harau ini banyak keindahan
yang memukau. Tebing – tebing granit menjulang tinggi dengan bentuknya yang
unik mengelilingi lembah. …. Dari mulai memasuki Lembah Harau, pengunjung
sudah menikmati tebing – tebing granit ini.
|
Kalimat deskripsi yang tepat untuk melengkapi bagian
yang rumpang dalam paragraph tersebut adalah…
A.
Tebing
– tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 – 300 meter.
B. Sebagian
pemanjat tebing dunia telah mengunjungi tempat ini untuk dipanjatnya.
C. Banyak
yang membandingkan Lembah Harau yang indah dengan “Grand Canyon”.
D. Pengunjung
menikmati keindahan alamnya dakam udara yang sangat segar dan bersih.
E. Tebing
granit di Lembah Harau sudah lama menjadi daya tarik wisata di Provinsi Sumatra
Barat.
3. Cermatilah kutipan gurindam berikut!
|
Jika
hendak mengenal orang berbangsa
Lihat
kepada budi bahasa
|
Maksud isi kutipan gurindam
tersebut adalah…
A. Bahasa
yang santun adalah bahasa yang dipahami semua bangsa.
B. Perkembangan
bahasa sebuah bangsa bergantung pada pemakaiannya.
C.
Bahasa
yang digunakan seseorang mencerminkan darimana orang itu berasal.
D. Tutur
kata dan tingkah laku seseorang menunjukkan pribadi orang tersebut.
E.
Orang yang berbangsa adalah orang yang berbudi dan
berbahasa baik.
4. (1) Udara di Bogor terasa dingin. (2) Kali ini
dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya . (3) Dinginnya suhu udara di Bogor mencapai
240C. (4) Data tingkat suhu udara ini, terdapat di papan informasi
pengukur suhu di jalan-jalan besar di kota Bogor.
Dua kalimat pendapat pada teks
tersebut ditandai dengan nomor ….
A.
(1) dan (2)
B. (2) dan (3)
C. (1) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (1) dan (4)
5.
(1) Tak seorang pun yang
mengetahui siapakah sebenarnya yang menjadi pelaut pertama. (2) Barangkali
orang mendapat gagasan untuk berlayar ketika memperhatikan potongan kayu terapung
di air. (3) Mungkin pada waktu itu ada seseorang menunggangi batang pohon yang
terhanyut mengikutu arus sungai . (4) Jika ia memegang sepotong kayu, ia pun
dapat bergerak dengan mendayung.
Kalimat-kalimat yang berupa
fakta adalah nomor …
A.
(1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (3) dan (4)
6.
Bacalah paragraph berikut
dengan seksama !
(1) Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta ,
menilai seleksi secara nasional yang dilaksanakan tahun ini justru lebih
efisien , baik bagi masyarakat maupun kalangan perguruan tinggi. (2) Ia siap
melaksanakan seleksi secara nasional. (3) Pihak PTN pun ingin mendukung siswa supaya lebih bisa konsentrasi
dulu menyelesaikan studi di SMA. (4) Baru nanti berfokus mencari PTN. (5) Ini
akan menurangi bebasn siswa.
Kalimat tunggal dalam
paragraph tersebut adalah kalimat nomor …
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E.
(5)
7.
Bacalah kalimat-kalimat berikut
dengan seksama !
(1) Pada akhir bulan Desember pasangan pengantin itu
berbulan madu ke Bali.
(2)
Cabang pohon itu menimpa atap
kantor Cabang BRI.
(3)
Dikecapnya kecap yang meleleh
di bibir botol itu.
(4)
Bang Hanafi selalu menyimpan
uang di Bank.
(5)
Tim kesebelasan Serang diserang Tim
Kesebelasan Tanggerang.
Kata berhomograf terdapat pada
kalimat nomor …
A.
(1) dan (2)
B.
(1) dan (3)
C.
(2) dan (3)
D.
(3) dan (4)
E.
(3) dan (5)
8.
“Rayonasi dulu dan sekarang
itu berbeda “. Kalau dulu rayonasi mengelompikkan anak untuk melanjutkan sekolah
pada daerha tertentu , sekarang hanya membantu orang tua murid mendaftar
sekolah . Jsi lebih bersifat pelayanan. “ Sekarang murid bebas memilih sekolah”
, kata Abdul Rochim , Kepala Subdinas Pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat
Pertama (SLTP) Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta , saat ditemui
kompas sebelum acara Sosilaisasi PSB 2002-2003 di Jakarta, Jumat (10/5).
(Sumber : Kompas , Sabtu, 11 Mei 2002).
Gagasan uatma paragraf di atas
adalah …
A.
Perbedaan penegrtian rayonisasi dulu dan sekarang
B.
Rayonisasi adalah
mengelompokkan anak untuk melanjutkan
C.
Rayonisasi adalah wujud
bersifat pelayanan
D.
Kebebasan murid umtuk meilih
sekolah
E.
Pernyataan kepala Subdinas
Pendidikan SLTP
9.
Pada tanggal 11 Desembr 2006 ,
saya berbelanja di Supermarket sambil memegang brosur supermarket tersebut,
yang berlaku tanggal 6-19 Desember 2006. Saat melewati rak blueband , saya
mengira harga yang tertera itu salah , karena tidak sesuai dengan isi brosur .
Pihak Supermarket menjelaskan harga yang tertera dibrosur itu salah cetak .
Sebagai konsumen sya merasa sangat dirugikan dengan kejadian tersebut.
Kritikan terhadap pihak
supermarket pada teks tersebut adalah …
A. Pembeli bebas memilih belanja di supermarket mana
saja.
B.
Pihak supermarket harus mencermati isi brosur sebelum
diedarkan.
C. Konsumen berhak memilih harga yang palking murah.
D. Pihak supermarket sengaja menurunkan harga barang.
10. Cermatilah
ilustrasi berikut!
|
Sewaktu
ia akan berangkat kerja, anak kesayangannya yang hanya semata wayang juga
berpamitan hendak berangkat ke sekolah. Namun, begitu sampai di tempat
kerja ia dikabari bahwa anaknya terjatuh dan cedera berat saat perjalanan
menuju sekolah. Ia sangat kaget. Bahkan, ia tidak percaya. Seperti kata
peribahasa…
|
Peribahasa yang sesuai untuk melengkapi kalimat tersebut adalah…
A.
Bagai pungguk
merindukan bulan
B.
Seperti air di
atas daun keladi
C.
Pucuk dicinta
ulam pun tiba
D.
Bagai anak ayam
kehilangan induknya
E. Bagai tersambar
petir di siang bolong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar