Sabtu, 02 Desember 2017

Penganggaran Akuntansi Sektor Publik

Penganggaran Akuntansi Sektor Publik
Definisi indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan (BPKP, 2000). Sementara menurut Lohman (2003), indikator kinerja (performance indicators) adalah suatu variabel yang digunakan untuk mengekspresikan secara kuantitatif efektivitas dan efisiensi proses atau operasi dengan berpedoman pada target-target dan tujuan organisasi. Jadi jelas bahwa indikator kinerja merupakankriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan pencapaian tujuan organisasi yang diwujudkan dalam ukuran-ukuran tertentu. Indikator kinerja (performance indicator) sering disamakan dengan ukuran kinerja(performance measure). Namun sebenarnya, meskipun keduanya merupakan kriteria pengukuran kinerja, terdapat perbedaan makna. Indikator kinerja mengacu pada penilaian kinerja secara tidak langsung yaitu hal-hal yang sifatnya hanya merupakan indikasi-indikasi kinerja, sehingga bentuknya cenderung kualitatif. Sedangkan ukuran kinerja adalah kriteria kinerja yang mengacu pada penilaian kinerja secara langsung, sehingga bentuknya lebih bersifat kuantitatif. Indikator kinerja dan ukuran kinerja ini sangat dibutuhkan untuk menilai tingkat ketercapaian tujuan, sasaran, dan strategi. 
Untuk melakukan pengukuran kinerja, variabel kunci yang sudah teridentifikasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi indikator kinerja untuk unit kerja yang bersangkutan. Untuk dapat diketahui tingkat pencapaian kinerja, Indikator kinerja tersebut kemudian dibandingkan dengan target kinerja atau standart kinerja. Tahap terahkir adalah evaluasi kinerja yang hasilnya berupa feedback, reward, dan punishment kepada manajer pusat pertanggungjawaban.
Indikator kinerja digunakan sebagai indikator pelaksanaan strategi yang sudah ditetapkan. Indikator kinerja tersebut dapat berbentuk faktor-faktor keberhasilan utama organisasi ( critical succes factors ) atau bisa juga dikenal dengan CSF dan indikator kinerja kunci ( key performance indicator ) atau bisa juga disebut dengan KPI.
Indikator  kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhitungkan elemen indikator yang terdiri dari :
a)      Indikator masukan (Input)
Indikator masukan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran. Indikator ini dapat berupa dana, sumber daya manusia, informasi dan sebagainya.
b)      Indikator keluaran (output)
Indikator keluaran adalah sesutau yang diharapkan langsung tercapai dari suatu kegiatan yang dapata berupa fisik maupun nonfisik.
c)      Indikator hasil (outcome)
Indikator hasil adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan.
d)     Indikator manfaat (benefits)
Indikator manfaat adalah sesuatu yang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan.Indikator dampak (impacts).

Sistem Pengukuran Kinerja Sektor Publik adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu manajer publik menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur finansial dan non finansial. Sistem pengukuran kinerja dapat dijadikan alat pengendalian organisasi, karena pengukuran kinerja diperkuat dengan menetapkan reward and punishment systems.
Pengukuran kinerja sektor publik dilakukan untuk memenuhi tiga maksud :
1.      Pengukuran kinerja sektor publik dimaksudkan untuk membantu memperbaiki kinerja pemerintah. Ukuran kinerja dimaksudkan untuk dapat membantu pemerintah berfokus pada tujuan dan sasaran program unit kerja. Hal ini pada ahkirnya akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi sektor publik dalam pemberian Pelayanan publik.
2.      Ukuran kinerja sektor publik digunakan untuk pengalokasian sumber daya dan pembuatan keputusan.
3.      Ukuran kinerja sektor publik dimaksudkan untuk mewujudkan pertanggungjawaban publik dan memperbaiki komunikasi kelembagaan.
3. Pengukuran Kinerja Sektor Publik di Luar Negeri
Praktek Penilaian Kinerja di Luar Negeri-Baldrige Award Sebagai Pengukur Prestasi (mutu) di Amerika
Tahun 1988 di AS lembaga yang memberikan penghargaan kepada perusahaan yang ungguldalam hal mutu yaitu Malcom Baldrige National dalam bentuk Malcom Baldrige NationalQuality Award. Diberikan kepada perusahaan yang unggul dalam menetapkan manajemenmutu terpadu. Penghargaan diberikan kepada perusahaan dengan 3 jenis bidang usaha yaitu pabrik, jasa dan perusahaan kecil dengan pemenang maksimum dua perusahaan untuk tiap jenisnya. Sehingga dapat mendorong untuk memberikan nilai yang terus meningkat kepada pelanggannya. Penilaian atas penghargaan yaitu berupa: penilaian atas pendekatan dan pelaksanaan serta hasil. Dengan kategori berupa:
1. Leadership
2. Melihat bagaiman perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data
3. Melihat sistem yang digunakan
4. Melihat segala hal mengenai sistem dalam sumber daya manusia
5. Melihat sistem rekayasa produk/jasa, manajemen proses utama, dan pemasok.
6. Bukan saja peningkatan mutu, tetapi juga keberhasilan dalam bidang keuangan, professional, pendukung, dan kinerja pemasok.
7. Melihat sistem yang digunakan untuk pengukuran dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan.
4. Pengukuran Kinerja Sektor Publik di Indonesia
Pengukuran Kinerja Sektor Publik di Indonesia-Pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha Bagi Pelaksanaan Tertib Lalulintas
Pemberian penghargaan ini merupakan sarana pemerintah dalam mewujudkan tertib lalulintas dan angkutan jalan. Dengan upaya-upaya yang mendesak untuk segera dilakukanyaitu:
1. Penataan/pengaturan arus lalu lintas
2. Pembenahan prasarana jalan
3. Pembinaan terhadap petugas parker
4. Penataan terminal
5. Pembinaan angkutan kota
Aspek yang dinilai:
1. Aspek sarana, jumlah angkutan umum dan ketersediaan jaringan trayek.
2. Aspek prasarana, pembenahan dilingkungan.
3. Aspek sumber daya, pencatatan/pendataan pengemudi

4. Aspek manajemen, penilaian terhadap penskemaan, organisasi, pelaksanaan, pengawasandan pengendalian.